Dunia
Perdagangan Saham

Laporan Bank Dunia Ikut Resahkan Asia

Pelaku pasar di Asia terpukul dengan laporan Bank Dunia, yang merevisi penurunan ekonomi

Selasa, 23 Juni 2009, 16:00 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Reaksi para pialang Bursa Saham Tokyo melihat turunnya indeks (AP Photo/Koji Sasahara)

VIVAnews - Indeks harga saham di sejumlah bursa utama Asia anjlok menyusul penurunan tajam di Wall Street pagi tadi. Di akhir perdagangan Selasa sore 23 Juni 2009 waktu setempat, indeks harga saham acuan di Tokyo, Hong Kong, dan di bursa-bursa lain ramai-ramai turun sekitar 3 persen.

Sama dengan reaksi para investor di Wall Street, pelaku pasar di Asia terpukul dengan laporan Bank Dunia, yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tahun ini justru bakal anjlok 2,9 persen - yang merupakan revisi dari kemerosotan 1,7 persen dalam proyeksi sebelumnya.

Padahal, pasar global telah menguat tajam sejak Maret seperti yang terjadi di Hong Kong di mana indeks harga saham naik hampir 60 persen. Pemicu kenaikan adalah besarnya optimisme bahwa resesi di AS mulai menjauh disertai harapan akan pertumbuhan ekonomi di negara itu mulai paruh kedua 2009.

Indeks saham Nikkei 225 menurun 276,66 poin (2,8 persen) menjadi 9.549,61. Sedangkan indeks Hang Seng (Hong Kong) melemah 512,36 poin (2,8 persen) ke posisi 17.547,19. Indeks Kospi (Korea Selatan) kehilangan 2,8 persen, indikator saham di Australia melemah 3,1 persen, dan indeks acuan Taiwan anjlok 2,3 persen. Indeks utama Shanghai, China, melemah 0,1 persen.

Situasi pasar untuk beberapa ke depan tergantung pada beberapa data ekonomi yang akan dirilis pekan ini. Data perumahan, pendapatan, produk domestik bruto, dan indikator lain di AS akan menentukan apakah saham akan mengalami penurunan lebih jauh atau terhindar dari situasi yang lebih buruk. (AP)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ