Dunia
Kisruh Hasil Pemilu di Iran

Dewan Pengawas Pemilu Iran Tolak Pemilu Ulang

Menurut Dewan Garda, sebagian besar keluhan mengenai penyimpangan sebelum pemungutan suara

Selasa, 23 Juni 2009, 15:13 WIB
Renne R.A Kawilarang, Shinta Eka Puspasari
Pemilu Iran (AP Photo/Vahid Salemi)

VIVAnews - Dewan Garda Iran menolak menganulir hasil pemilihan umum (Pemilu) 12 Juni lalu, yang memenangkan Mahmoud Ahmadinejad. Badan pengawas pemilu tertinggi di Iran itu, Senin malam 22 Juni 2009 waktu setempat, menyatakan bahwa sebagian besar keluhan yang mereka terima justru mengenai penyimpangan sebelum pemungutan suara, bukan selama atau sesudahnya.  

Juru bicara dewan, Abbas Ali Kadkhodaei, mengatakan bahwa mereka tidak berwenang menangani keluhan yang terjadi sebelum pemungutan suara. "Bila suatu pelanggaran besar terjadi di dalam pemilu, Dewan Garda bisa membatalkan hasil penghituangan surat suara yang berasal dari kotak suara, tempat pemungutan suara, distrik, maupun kota yang bermasalah seperti yang terjadi pada pemilu parlemen," kata Kadkhodaei seperti yang dikutip di laman stasiun televisi Press TV

Dewan Garda adalah suatu lembaga yang bertanggungjawab mengawasi pemilu. Hasil penghitungan suara juga harus disahkan oleh Dewan Garda sebelum diumumkan secara resmi.

Keputusan Dewan Garda itu menutup harapan para pendukung rival Ahmadinejad yang menginginkan pemilu ulang karena pemilihan lalu sarat dengan kecurangan.
Dalam unjuk rasa menolak hasil pemilihan dalam lima hari terakhir, Dewan telah beberapa kali berganti sikap.

Awalnya Dewan mengisyaratkan penghitungan ulang di lokasi tempat kecurangan diduga terjadi. Kemudian Dewan menyatakan akan menghitung ulang 10 persen suara yang masuk secara acak.

Kadkhodaei mengatakan Dewan dapat membatalkan hasil penghitungan di suatu daerah jika terbukti ada kerusakan kotak suara atau kecurangan di tempat pemungutan suara.

"Namun kami tidak menemukan saksi atau bukti kecurangan pemilihan, jadi tidak ada kemungkinan pembatalan hasil pemilihan," kata Kadkhodaei di Teheran, Senin (22/6) malam seperti dikutip laman stasiun televisi CNN.

Kadkhodaei mengatakan keganjilan yang terjadi sebelum pemilihan berada di luar kewenangan Dewan. Dewan bertugas mengesahkan kandidat yang maju ke pemilihan dan memverifikasi hasil pemilihan.

Kadkhodaei membantah tuduhan bahwa sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) ditutup sebelum seluruh pemilih memberikan suaranya. "Beberapa TPS bahkan tetap buka selama tiga setengah jam setelah tenggat penutupan pukul 10 malam," kata dia.

Pelaksana pemilihan menyatakan kemenangan Ahmadinejad yang mengantongi 62,63 persen suara. Lawan utamanya Mir Hossein Moussavi menolak hasil pemilihan ini dan menuding ada kecurangan dalam penghitungan suara.

Departemen Dalam Negeri Iran menyatakan 85 persen dari 46 juta pemilih Iran memberikan suaranya dalam hari pemilihan 12 Juni lalu. Para lawan Ahmadinejad meragukan keberhasilan pelaksana pemilihan menghitung suara sebanyak itu dalam waktu kurang dari sehari.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ