VIVAnews - Negara-negara Barat mencoba merongrong Iran dengan menyebarkan anarki dan vandalisme, ungkap kementrian luar negeri Iran. Juru bicara kementrian luar negeri Iran, Hassan Qashqavi mengatakan, media asing menjadi corong pemerintah negara-negara musuh yang menginginkan perpecahan Iran.
Dalam konferensi pers yang digelar Senin, 22 Juni 2009, Qashqavi menuduh pemerintah negara Barat secara eksplisit mendukung aksi protes yang bertujuan untuk memecah stabilitas di Republik Islam Iran.
"Menyebarkan anarki dan vandalisme yang dilakukan oleh negara-negara Barat dan juga media-media Barat, tidak bisa diterima," kata Qashqavi seperti dikutip stasiun televisi BBC.
Dia mengatakan, pihak Barat bertingkah laku "anti-demokrasi", bukan memuji komitmen Iran untuk mewujudkan demokrasi. Dia menegaskan sekali lagi bahwa hasil pemilihan presiden Iran tidak perlu disangsikan.
Pemerintah Iran mengkritik keras Amerika Serikat dan Kerajaan Inggris baru-baru ini. Qashqavi juga menyebut jaringan berita BBC dan Voice of America (VOA) sebagai "jalur pemerintah". BBC dan media asing lain meliput situasi di Iran dengan berbagai larangan dari pemerintah. Koresponden permanen BBC di Iran, Jon Leyne, diminta meninggalkan Iran kemarin.
"Mereka (BBC dan VOA) adalah corong untuk diplomasi publik pemerintah mereka," kata Qashqavi. "Mereka punya dua panduan terkait Iran. Pertama adalah untuk mengintensifkan celah etnis dan ras di Iran dan kedua untuk memecah teritori Iran."