VIVAnews - Sebanyak 457 orang ditahan dalam pertikaian antara demonstran dan pasukan keamanan Teheran sejak Sabtu pekan lalu, 20 Juni 2009. Stasiun radio Iran, Senin 22 Juni 2009, mengatakan, penangkapan itu terjadi di sekiat alun-alun Azadi di Teheran.
Menurut sumber dari kepolisian, 40 petugas terluka dan 34 bangunan pemerintah rusak. Pemimpin oposisi, Mir Hossein Mousavi, kemarin mendesak para pendukungnya untuk melanjutkan protes atas hasil pemilihan presiden, yang dia nilai penuh kecurangan.
Mousavi secara tidak langsung juga mengeluarkan tuntutan kepada pasukan keamanan untuk menahan diri dalam menangani para demosntran.
Beberapa helikopter terbang di atas Teheran dan suara tembakan terdengar di utara Teheran. "Aksi protes melawan kebohongan dan kecurangan (dalam pemilu) adalah hak kalian," kata Mousavi dalam sebuah pernyataan di laman internet.
"Dalam aksi protes kalian, teruslah menahan diri. Saya harapkan pasukan bersenjata tidak menggunakan kekerasan," tambah Mousavi seperti dikutip dari laman harian The Straits Times.
Stasiun televisi Iran mengabarkan, sepuluh orang terbunuh dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam aksi protes di Teheran, Sabtu lalu. Laporan lain menyebutkan korban tewas berjumlah 13 orang.
Mousavi mengatakan, penangkapan massal terhadap para pendukungnya akan menciptakan celah antar masyarakat dengan pasukan bersenjata Iran.
• VIVAnews