VIVAnews - Iran dan Israel merupakan dua negara yang saling bermusuhan. Namun, kali ini pemimpin Israel justru memberikan dukungan kepada kubu oposisi di Iran yang terus memprotes dugaan kecurangan pemilihan umum 12 Juni lalu, yang kembali memenangkan Presiden Mahmoud Ahmadinejad.
Dukungan itu dilontarkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Saat diwawancara stasiun televisi AS, NBC, dalam acara "Meet the Press," Netanyahu mengaku prihatin atas sikap pemerintah Iran, yang dia anggap sudah brutal, dalam menindak rakyat sendiri yang mempersoalkan kecurangan pemilu dan berupaya membungkam kebebasan berpendapat.
"Ini merupakan sebuah rezim yang belangnya telah terungkap oleh rakyat mereka sendiri melalui tindakan yang berani," kata Netanyahu kepada NBC, seperti yang dikutip di laman New York Daily News. Dia merujuk kepada demonstrasi massal yang dilancarkan pemimpin oposisi sekaligus pesaing Ahmadinejad, Mir Hossein Mosavi, pekan lalu yang menggugat hasil pemilu.
"Mereka pergi ke jalan dan menghadapi tembakan peluru. Sesuatu yang sangat fundamental tengah terjadi. Ada semacam ekspresi yang mendalam dari rakyat Iran untuk mengupayakan kebebasan," kata Netanyahu.
Netanyahu juga kembali menegaskan tidak ingin melihat rezim Ahmadinejad mengancam Israel dengan memiliki persenjataan nuklir. Namun, Netanyahu menolak bergabung dengan para politisi sayap kanan dari Partai Republik di AS - diantaranya John McCain - untuk bersama-sama mengritik pendekatan Presiden Barack Obama yang masih belum tegas menyikapi situasi di Iran.
"Saya tahu Presiden Obama ingin rakyat Iran menjadi bebas," kata Netanyahu.