VIVAnews - Komisi pemilihan Iran, Senin 22 Juni 2009, menyangkal ada kecurangan dalam pemilihan presiden 12 Juni lalu. Namun, mereka mengakui bahwa jumlah surat suara yang masuk di puluhan kota melampaui jumlah pemilih yang memenuhi syarat.
Menurut Stasiun televisi Iran, Press TV, Dewan Pertimbangan Iran mengatakan kandidat presiden Mohsen Rezaie menuduh ada kecurangan di 170 kota, dan kelebihan kartu suara ditemukan di 50 kota.
Juru bicara Dewan, Abbas-Ali Kadkhodaei, mengatakan bahwa pemungutan suara di lokasi-lokasi tersebut tidak secara signifikan mempengaruhi hasil akhir pemilihan.
Dia menambahkan, Dewan akan menyelidiki komplain dari kandidat kalah yang diajukan melalui jalur hukum tersebut. Dewan Pertimbangan telah menyatakan bahwa Presiden Mahmoud Ahmadinejad adalah pemenang pemilihan presiden 12 Juni lalu.
• VIVAnews