Dunia
Kisruh Pemilu Presiden Iran

Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Demonstran

Sabtu sore, para demonstran mulai ditembaki dengan gas air mata dan kanon air.

Minggu, 21 Juni 2009, 00:04 WIB
Arfi Bambani Amri
Kerusuhan Pemilu Iran (AP Photo)

VIVAnews - Polisi Iran mulai bertindak keras terhadap ribuan orang yang berdemonstrasi di jalan-jalan ibukota Iran, Teheren. Polisi menembakkan gas air mata dan kanon air ke arah sekitar 3.000 demonstran yang berkumpul di dekat Lapangan Revolusi di pusat kota Teheran.

Para demonstran ini, menurut saksi mata yang melaporkan ke Associated Press, menyatakan tembakan gas air mata mulai terjadi ketika pengunjuk rasa meneriakkan "Diktator Mati!" dan "Mampus untuk Kediktatoran" berkali-kali. Belum jelas apakah ada tembakan peluru logam dalam peristiwa ini. Stasiun televisi pemerintah menyatakan polisi menggunakan kekerasan untuk menghentikan demonstrasi tanpa izin.

Saksi mengatakan ada 50 sampai 60 demonstran dipukuli oleh milisi pro-pemerintah. Mereka lalu dibawa ke rumah sakit Imam Khomeini. Banyak orang melihat korban pemukulan ditarik teman-temannya dalam keadaan berdarah-darah.

Terjadi perlawanan atas milisi ini. Di sejumlah kawasan, milisi diserang balik dengan lemparan bom molotov. Suasana Teheran pada Sabtu 20 Juni 2009 sore begitu kalut sehingga di mana-mana terdengar teriakan takbir.

Di langit Teheran, sejumlah helikopter berseliweran. Di jalanan, raungan ambulans terus terdengar dengan diselingi teriakan para demonstran.

Iran berada dalam konflik setelah calon incumbent Mahmoud Ahmadinejad dinyatakan memenangi pemilihan dengan mengantongi 62,63 persen suara. Lawan-lawannya menuding ada kecurangan dalam proses penghitungan suara dan menyebabkan gelombang demonstrasi terbesar sejak Revolusi Iran.

arfi.bambani@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ranie
22/06/2009
http://online.wsj.com/article/SB124562668777335653.html#mod=fox_australian
Balas   • Laporkan
ranie
22/06/2009
http://online.wsj.com/article/SB124562668777335653.html#mod=fox_australian
Balas   • Laporkan
Moh.Asep Supriadi
21/06/2009
wahai teman2 bangsa Iran sadarlah kecurangan itu baru dugaan dan belum terbukti,kalau ya tapi kalu tidak siapa yang rugi.seharusnya Iran akan menjadi negara yang besar.dan menjadi sebuah negara yg diperhitungkan.jangan konyol berbuatlah dengan akal sehat.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ