Dunia
Perdagangan Saham di Asia Pasifik

Turunnya Industri di AS Bawa Sentimen Negatif

Masih lemahnya fundamental ekonomi AS menimbulkan kewaspadaan di kalangan investor

Rabu, 17 Juni 2009, 15:01 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Reaksi para pialang Bursa Saham Tokyo melihat turunnya indeks (AP Photo/Koji Sasahara)

VIVAnews - Indeks harga saham di sejumlah bursa utama di Asia Pasifik kembali melemah di akhir transaksi Rabu sore, 17 Juni 2009. Petunjuk lain tentang masih lemahnya fundamental ekonomi di Amerika Serikat (AS) menimbulkan kewaspadaan di kalangan investor. Selain itu, penurunan harga minyak mentah dan logam dalam beberapa hari terakhir menyebabkan saham perusahaan komoditas melemah.

Berita bahwa produksi industri Amerika jatuh sebesar 1,1 persen pada bulan lalu, yang lebih besar dari prediksi, menimbulkan sentimen negatif di Asia. Penurunan produk industri tersebut merupakan penurunan dalam tujuh bulan terakhir dan membingungkan pialang soal angka konstruksi rumah dan inflasi.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) melemah 239,78 poin (1,3 persen) ke posisi 17.925,72. Indeks Kospi (Korea Selatan) turun 0,8 persen menjadi 1.388,15. Indeks acuan Australia jatuh 1,4 persen, dan indeks Sensex (India) jatuh 0,8 persen dan indikator saham Shanghai (China) turun 0,7 persen. Sedangkan indeks Nikkei 225 hanya menguat 58,06 poin (0,6 persen) menjadi 9.810,94.

"Pasar kehilangan sedikit momentum setelah reli," kata Winson Fong, direktur pelaksana di SG Asset Management, Hong Kong. "Beberapa koreksi diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat. Namun saya kira, faktor fundamental ekonomi akan terkejar," lanjut Fong. (AP)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ