Dunia
17 Juni 1940

Prancis Menyerah Kepada Jerman

Pemimpin Prancis, Marsekal Henri Petain, menyatakan menyerah saat Jerman menduduki Paris

Rabu, 17 Juni 2009, 11:19 WIB
Renne R.A Kawilarang
Pasukan Jerman memasuki kota Paris, Prancis (AP Photo)

VIVAnews - Pemimpin Prancis, Marsekal Henri Petain, menyatakan menyerah saat pasukan Jerman menguasai Ibukota Paris, 17 Juni 1940, atau di masa awal Perang Dunia Kedua di Eropa. Selain menyerah, Petain juga menyatakan bersedia bekerjasama dengan Jerman, yang saat itu di bawah kekuasaan Partai Nazi pimpinan Adolf Hitler.

Laman The History Channel mengungkapkan bahwa sikap Petain itu dinyatakan dalam penandatanganan perjanjian dengan Jerman. Dalam perjanjian itu, Petain bersedia menyerahkan lebih dari separuh wilayah Prancis ke dalam pendudukan Jerman.

Sebagai imbalan, Petain tetap berstatus sebagai kepala negara Prancis yang berkedudukan di kota Vichy. Di bawah pimpinan Petain dan penggantinya, Pierre Laval, pemerintahan Prancis di Vichy selama Perang Dunia Kedua menghamba kepada Jerman dengan turut menangkapi warga etnis Yahudi dan anggota kelompok perlawanan serta mengirim mereka ke kamp-kamp konsentrasi.

Saat pasukan Sekutu menyerbu Normandy Juni 1944, Petain dan Laval kabur ke wilayah Prancis bagian timur yang masih dikuasai Jerman. Mereka akhirnya ditangkap pasukan Sekutu dan dinyatakan bersalah melakukan penghianatan kepada negara serta divonis mati.

Laval dieksekusi pada 1945, namun Petain mendapat pengampunan dari pemimpin baru Prancis, Charles de Gaulle, sehingga dia hanya divonis penjara seumur hidup. Petain wafat pada 1951.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Dody A
13/08/2010
France jelas kalahlah dari germany. di dunia saat itu yang ingin nguasai dunia ada dua.. Germany & japan. Profesor2 roket smua dari germany ..ktk germany dikeroyok byk negara & kalah.. para pakar2 roket diambil USA(dapat orgnya) dan Rusia(Bhn rumusan)
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ