VIVAnews - Indeks harga saham di sejumlah bursa utama Asia menguat di akhir transaksi Kamis sore, 11 Juni 2009. Indeks Nikkei 225 (Jepang) bahkan menguat hingga di atas level 10.000 untuk kali pertama dalam delapan bulan terakhir di tengah optimisme dan kewaspadaan bahwa kawasan Asia pelan-pelan bergerak menuju pemulihan ekonomi.
Data investasi baik dari China mengatasi rasa cemas investor atas isu di daratan China mengenai kekhawatiran atas terbitnya saham-saham baru.
Tingkat eskpor buruk di China tidak menggoyahkan kepercayaan diri investor. Sebaliknya, investor malah tampak melakukan aktivitas perbankan atas keberlanjutan dukungan ekonomi dari pemerintah China. Stimulus miliaran dolar dari pemerintah China membantu mengangkat investasi di pabrik-pabrik dan real estate sebanyak 32,9 persen pada lima bulan pertama tahun ini.
"Investor di China dan Hong Kong yakin bahwa pemerintah pusat siap mendukung pertumbuhan ekonomi, dan ini akan menciptakan peluang baru," kata Castor Pang, analis energi di Sun Hung Kai Financial, Hong Kong.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) naik 9,2 poin (0,1 persen) ke posisi 10.000,69. Ini adalah kali pertama indeks Nikkei mencapai level yang penting secara psikologis, yaitu level 10.000, sejak 8 Oktober 2008.
Indeks gabungan Shanghai menguat 8,25 poin (0,3 persen) ke posisi 2.824,50. Indeks acuan Hong Kong meningkat 63,66 poin (0,3 persen) menjadi 18.849,32. Indikator saham Australia naik 0,6 persen, sedangkan indeks saham di Filipina naik 2,7 persen. (AP)