VIVAnews - Dua helikopter Brazil terbang dari pulau Fernando de Noronha pada Selasa pagi waktu setempat, 9 Juni 2009, untuk menjemput 16 jenazah korban jatuhnya pesawat Air France.
Mayat penumpang pesawat Airbus A330 dengan nomor penerbangan 447 yang ditemukan berada di kapal angkatan laut Brazil akan diterbangkan ke Fernando de Noronha menggunakan helikopter, lalu ke kota Recife menggunakan pesawat. Di Recife, para ahli akan mengidentifikasi mereka.
Sementara itu, dalam sebuah konferensi pers di Kuala Lumpur, Malaysia, presiden maskapai penerbangan Emirates Tim Clark mengatakan bahwa Airbus A330 adalah salah satu dari pesawat paling aman di dunia untuk diterbangkan. "Perusahaan kami, menerbangkan 29 pesawat A330-200 yang telah terbang sejak 1998," kata Clark, presiden maskapai penerbangan yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab tersebut.
Pesawat itu, kata dia, adalah pesawat yang sangat kokoh. Sebab, pesawat tersebut telah terbang selama bertahun-tahun, dengan ratusan juta jam penerbangan, dan tidak ada yang perlu ditanyakan soal ketangguhan pesawat jenis itu. "Pesawat jenis tersebut merupakan salah satu pesawat terbaik pada masa kini," ujar Clark.
Peter Goelz, mantan direktur pelaksana Badan Keselamatan Transportasi Nasional mengatakan jika para ahli bisa mengidentifikasi mayat penumpang, mengetahui di mana tempat duduk mereka, dan mengidentifikasi jenis luka mereka itu bisa dijadikan petunjuk penyebab kecelakaan.
Pada Senin malam waktu setempat atau Selasa pagi WIB, tim pencari Brazil berhasil mengangkat bagian dari ekor pesawat Air France yang jatuh di Samudra Atlantik sepekan lalu. Bagian stabilisator vertikal dari ekor pesawat yang membawa 228 penumpang itu bercat warna maskapai Air France, garis merah dan biru.
Itu bisa menjadi petunjuk atau kunci untuk menemukan kotak hitam dan mengetahui penyebab kecelakaan. Selain itu, delapan mayat lagi ditemukan, sehingga jumlah jenazah yang ditarik dari perairan kini berjumlah 24 mayat. AP)
antique.putra@vivanews.com