VIVAnews - Pejabat Brazil meralat pernyataannya. Puing yang ditemukan di Samudra Atlantik ternyata bukan milik Air France 447. Puing itu hanya sampah laut.
"Sampai sekarang, tidak satupun benda dari pesawat yang ditemukan," kata Brigadir Ramon Cardoso, Direktur Pengendalian Lalu Lintas Udara Brasil, Kamis lalu.
Pada Jumat kemarin, pencarian kembali dilakukan di sejumlah titik yang diduga sebagai lokasi jatuhnya pesawat Airbus A330 tersebut. Namun hasilnya nihil.
Menteri Transportasi Prancis, Dominique Bussereau, mengatakan, pencarian yang dilakukan timnya juga tak membuahkan hasil. "Sejumlah pesawat dan kapal pencari yang kami kerahkan tak menemukan apapun," ujarnya.
Pejabat Departemen Pertahanan Prancis menambahkan, untuk mencegah interpretasi, mulai saat ini seluruh puing atau serpihan yang ditemukan di laut baru boleh disampaikan ke publik setelah mendapat kepastian dari Air France.
Menurut sumber dari Air France yang diperoleh Associated Press, pesan-pesan otomatis yang disampaikan pesawat sebelum hilang menunjukkan tanda-tanda pesawat mengalami kerusakan komponen elektronik sehingga mematikan seluruh sistem.
Menurut kalangan pengamat, bila pesawat sudah mengalami kegagalan sistem, kemungkinan besar pesawat sudah terbelah di langit, yang bisa diakibatkan oleh hantaman petir, turbulensi, atau kombinasi keduanya.
Pesan otomatis terakhir kali terkirim pada pukul 23.14 waktu setempat, 31 Mei 2009, yang menandakan bahwa pesawat sudah mengalami masalah pada tekanan udara di dalam kabin dan seluruh komponen elektronik tak lagi berfungsi. Masalah itu menandakan bahwa pesawat sudah jatuh ke laut.
Pejabat berwenang di Brazil dan Prancis menolak mengungkapkan hasil analisis atas pesan-pesan otomatis pesawat Air Frace dan tidak mau berspekulasi lebih lanjut sebelum ditemukannya kotak hitam dan rekaman data.