VIVAnews - Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, menolak mundur dari jabatannya. Padahal krisis kepercayaan atas kepemimpinan Brown meluas setelah tiga menterinya mundur pekan ini.
"Saya tidak akan goyah, saya tidak akan mundur. Saya akan mempertahankan posisi saya," kata Brown kepada sejumlah media di Inggris, seperti dikutip Associated Press, Sabtu 6 Juni 2009.
Sepanjang Jumat kemarin, Brown fokus melakukan perombakan kabinet sebagai upaya menyelamatkan karier politiknya. Dia yakin langkah yang ia ambil akan memulihkan kepercayaan publik terhadapnya dan partainya yakni Partai Buruh.
Hasil jajak pendapat, sejak berkuasa tahun 1997, dukungan terhadap Partai Buruh melorot ke titik terendah. Hal ini terjadi seiring anjloknya popularitas Brown yang dianggap tak mampu menangani persoalan negara terutama masalah ekonomi.
Sedangkan lawannya dari kubu konservatif justru berada dalam jalur yang tepat untuk bisa memenangi hasil pemilihan nasional yang akan digelar pada Juni 2010 mendatang.
Tiga menteri yang mundur dari kabinet Brown adalah Menteri Urusan Pensiun dan Tenaga Kerja James Purnell, Menteri Pertahanan John Hutton dan Menteri Dalam Negeri Jacqui Smith. Ketiganya menuntut pengunduran diri Brown.
Pengamat politik dari Universitas Cardiff, Pete Dorey, mengatakan, pertahanan Brown sangat berisiko. "Saya tak melihat Brown dapat melakukan perbaikan. Saya pikir kehancuran semakin dalam saat ini," ujarnya.