Dunia
Perdagangan Saham di Asia

Sikap Pelaku Bursa Beragam, Harga Minyak Naik

Sementara itu, harga minyak terus melonjak dan kini mendekati level US$70/barel

Jum'at, 5 Juni 2009, 16:31 WIB
Renne R.A Kawilarang
  (AP Photo/Richard Drew)

VIVAnews - Para pelaku bursa saham di kawasan Asia menunjukkan reaksi beragam menjelang pengumuman laporan terkini tingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS). Mereka menilai tinggi rendahnya tingkat pengangguran itu menjadi salah satu indikator vital bagi kinerja ekonomi terbesar di dunia itu.

Itulah sebabnya tidak semua indeks harga saham di bursa Asia menunjukkan kenaikan di akhir transaksi Jumat, 5 Juni 2009. Indeks Nikkei 225 di Tokyo naik 60,05 poin (0,6 persen) ke posisi 9.729,01. Begitu pula dengan indeks di bursa Australia dan India, yang masing-masing naik 1 dan 0,5 persen.

Sebaliknya, indeks harga saham di bursa Hong Kong, Seoul, dan Shanghai justru turun, masing-masing sebesar 0,4 persen, 0,2 persen, dan 0,1 persen.

Sebenarnya para investor di Asia mengikuti sentimen positif di Wall Street yang antusias menyimak data berkurangnya jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan pengangguran - pertama kali terjadi dalam 20 pekan terakhir. Ini bisa menjadi pertanda sebagian dari mereka telah memiliki pekerjaan. 

Namun, optimisme pasar atas tanda-tanda pemulihan ekonomi di AS masih belum kuat. "Kami masih waspada, namun sudah makin banyak yang kini bersikap positif atas situasi ekonomi," kata Linus Yip, pengamat dari First Shanghai Securities di Hong Kong. "Menurut saya, tingkat kepercayaan diri para investor akan sulit digoyahkan dalam jangka pendek," lanjut Yip.

Sementara itu, harga minyak terus melonjak dan kini mendekati level US$70/barel. Dalam transaksi elektronik di bursa NYMEX New York, Jumat siang waktu Singapura, harga minyak light sweet naik 46 sen menjadi US$69,24/barel.

Sedangkan di perdagangan mata uang, nilai tukar dolar menguat atas yen, dari 96,63 menjadi 96,73/yen. Sedangkan kurs euro menguat menjadi US$1,4197. (AP)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ