Dunia
Krisis Politik Inggris

Dalam 3 Hari, 3 Menteri Inggris Mundur

Bahkan, menteri yang terakhir mundur menyarankan Brown untuk ikut mundur

Jum'at, 5 Juni 2009, 10:57 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Gordon Brown (AP Photo/John Giles/PA)

VIVAnews - Dalam tiga hari terakhir Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, disodori kabar tiga menterinya mengundurkan diri. Bahkan, menteri yang terakhir mundur menyarankan Brown untuk ikut mundur. Pasalnya, Partai Buruh pimpinan Brown memperoleh hasil buruk dalam pemilihan umum di sejumlah daerah dan untuk Parlemen Eropa.

Seperti dikutip dari laman harian The Wall Street Journal, para pemilih di Inggris memberikan suara mereka, untuk pemerintah lokal dan Parlemen Eropa, Kamis 4 Juni 2009, dengan fokus pada pertanyaan tentang seberapa baik, atau seberapa buruk, pemerintahan Partai Buruh yang dipimpin Brown akan berjalan. Partai Buruh telah memprediksi dalam beberapa jajak pendapat terakhir bahwa mereka hanya mendapat posisi ketiga, bahkan keempat, dalam dua pemilihan tersebut.

Ini menambah tekanan bagi Brown untuk mengundurkan diri di tengah rasa frustasi akan resesi di Inggris dan berbagai skandal. Pemungutan suara ditutup pukul 10 sore waktu London kemarin. Saat itulah Brown juga mendapat kejutan lain, yaitu mundurnya Menteri Urusan Pensiun dan Tenaga Kerja, James Purnell. Dia juga meminta agar Brown ikut mundur demi kebaikan Partai Buruh.

Purnell menjadi anggota kabinet Brown ketiga yang mundur, tetapi menjadi yang pertama yang secara terbuka meminta agar Brown mengundurkan diri. Meski belum menjadi yang terpopuler di dalam kabinet, reputasi Purnell sedang menanjak.

"Saya kini yakin kepemimpinan berlanjut Anda membuat Partai Konservatif semakin menang, tampaknya tidak berkurang," tulis Purnell dalam sebuah surat kepada Brown. Partai Konservatif melampaui Partai Buruh dalam jajak pendapat beberapa bulan terakhir. Purnell menambahkan, "Meminta Anda mundur adalah untuk memberi kesempatan bagi partai kita untuk meraih kemenangan dalam pemilihan umum berikutnya."

Juru bicara Brown mengatakan bahwa PM Brown sangat kecewa dengan pengunduran diri Purnell. "Fokusnya untuk beberapa hari ke depan akan dipusatkan merestrukturisasi pemerintahan di tengah tantangan berat yang dihadapi negara ini bagi masa depan."

 



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ