VIVAnews - Para investor antusias dengan data turunnya jumlah warga Amerika Serikat yang menerima tunjangan pengangguran sejak pekan lalu. Ini merupakan penurunan pertama dalam 20 pekan terakhir.
Selain itu kalangan pengamat juga menaikkan peringkat kinerja sejumlah bank disertai dengan naiknya harga minyak mentah. Itulah sebabnya harga saham perusahaan-perusahaan perbankan dan energi - yang merupakan komponen inti dalam perdagangan saham di bursa Wall Street, New York - mengalami kenaikan sehingga membangkitkan indeks dalam transaksi Kamis sore waktu setempat (Jumat pagi WIB).
Indeks industri Dow Jones naik 74,96 poin (0,9 persen) ke level 8.750,24. Begitu pula dengan indeks indikator Standard & Poor's 500, naik 10,70 poin (1,2 persen) menjadi 942,46. Sedangkan indeks teknologi Nasdaq naik 24,10 poin (1,3 persen) menjadi 1.850,02.
Menurut pengamat, turunnya jumlah warga yang mengantri tunjangan pengangguran dari pemerintah menandakan bahwa para penganggur tampaknya sudah mendapatkan ladang pekerjaan baru dan ini sangat penting bagi upaya pemulihan ekonomi.
Data itu muncul sehari menjelang laporan tingkat pengangguran selama bulan Mei - yang sering dipandang sebagai laporan paling penting dalam kalender ekonomi. Tingkat pengangguran pada April lalu mencapai rekor tertinggi dalam 25 tahun terakhir, yaitu sebesar 8,9 persen. Namun kalangan ekonom memperkirakan angkanya bakal bertambah menjadi 9,2 persen untuk bulan Mei.
Padahal, investor kini tengah mencari tanda-tanda bahwa tingkat pengangguran mulai surut sehingga membantu menggenjot kembali tingkat belanja konsumen, penjualan ritel, dan pasar perumahan.
"Situasi akan berlangsung stabil dan para investor kini tengah mencari informasi lebih lanjut untuk memastikan langkah berikut di bursa dan dalam membaca situasi ekonomi," kata Jim Sinegal, pengamat ekuitas dari Morningstar, Chicago.
Harga saham perbankan juga mengalami peningkatan setelah pengamat dari RBC Capital Markets menilai bahwa tahap terburuk dari krisis keuangan telah usai. Selain itu, indeks KBW Bank, yang melacak 24 bank-bank terbesar di AS, juga naik 4,8 persen. (AP)