Dunia
Pesawat Air France Hilang

Sebelum Jatuh, Pesawat Mungkin Sudah Terbelah

Bila pesawat sudah mengalami kegagalan sistem, kemungkinan besar pesawat sudah terbelah

Kamis, 4 Juni 2009, 10:09 WIB
Renne R.A Kawilarang
Pesawat milik maskapai Air France (AP Photo)

VIVAnews - Tim pencari kembali menemukan kepingan-kepingan pesawat milik Air France 447, yang diduga jatuh di Samudera Atlantik Minggu 31 Mei 2009 di tengah kepungan badai. Kalangan pengamat menduga bahwa badan pesawat Airbus A330-200, yang membawa 228 penumpang dan awak Air France, sudah terbelah sebelum jatuh ke laut.

Tim pencari dari Brazil berencana mengerahkan kapal selam mini (submersibles) ke lokasi ditemukannya puing-puing pesawat Air France. Kapal selam mini itu berguna melacak keberadaan kotak hitam dan rekaman data pesawat yang berguna untuk mencari pangkal masalah kecelakaan. Namun peluncuran kapal tanpa awak ke lautan dalam itu ditunda hingga pekan depan menunggu cuaca di lokasi kembali normal.  
  
Selama belum ditemukannya kotak hitam dan rekaman data, para penyelidik hanya bergantung kepada pesan-pesan otomatis dari pesawat yang saat itu terbang dari Rio de Janeiro (Brasil) menuju Paris (Prancis) . Dari data tersebut diketahui bahwa pesawat terbang di tengah hujan badai yang disertai petir.

Menurut sumber dari Air France yang diperoleh surat kabar Brazil O Estado de S. Paulo dan kantor berita Associated Press, pesan otomatis itu juga menunjukkan tanda-tanda bahwa mengalami kerusakan komponen elektronik sehingga mematikan seluruh sistem. Selain itu, diduga badan pesawat sudah terbelah di langit sebelum meluncur ke laut.   

Menurut kalangan pengamat, bila pesawat sudah mengalami kegagalan sistem, kemungkinan besar pesawat sudah terbelah di langit, yang bisa diakibatkan oleh hantaman petir, turbulensi, atau kombinasi keduanya.

"Pesan-pesan itu hanya menyajikan kita peristiwa jatuhnya pesawat dan bukan menjelaskan mengapa pesawat itu jatuh," kata Bill Voss, presiden dan Kepala Eksekutif Korporat Flight Safety Foundation di Alexandria, Amerika Serikat. "Pesan itu mendokumentasikan detik-detik saat pesawat sudah hilang kendali dan mulai terbelah di udara," lanjut Voss.   

Pesan otomatis terakhir kali terkirim pada pukul 23.14 waktu setempat, yang menandakan bahwa pesawat sudah mengalami masalah pada tekanan udara di dalam kabin dan seluruh komponen elektronik tak lagi berfungsi. Masalah itu menandakan bahwa pesawat sudah jatuh ke laut.

Sementara itu pejabat berwenang di Brazil dan Prancis menolak mengungkapkan hasil analisis atas pesan-pesan otomatis pesawat Air Frace dan tidak mau berspekulasi lebih lanjut sebelum ditemukannya kotak hitam dan rekaman data.

Tim pencari juga belum menemukan satupun penumpang atau awak pesawat itu. (AP)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ