Dunia

Wanita Inggris Divonis Seumur Hidup di Laos

Samantha Orobator ditahan dengan tudingan membawa setengah kilogram heroin.

Rabu, 3 Juni 2009, 20:07 WIB
Umi Kalsum, Shinta Eka Puspasari
Samantha Orobator (AP Photo/Reprieve, Ho)

VIVAnews - Perempuan Inggris yang sedang mengandung dan ditahan dengan tuduhan penyelundupan narkoba di Laos dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dalam sidang Rabu 3 Juni 2009. Samantha Orobator, 20 tahun, ditahan Agusus 2008 lalu di bandar udara di Vientiane dengan tuduhan membawa setengah kilogram heroin.

Laman stasiun televisi CNN memberitakan Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband dan Menteri Muda Urusan Kebijakan Luar Negeri Inggris Bill Rammell telah menemui Wakil Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulith untuk mendiskusikan kasus Orobator ini.

Departemen Luar Negeri (Deplu) Inggris mengatakan Inggris dan Laos telah menandatangani kesepakatan transfer tahanan bulan lalu. Berdasarkan kesepakatan itu, Orobator dapat dipulangkan ke Inggris dan menjalani hukumannya di negara asalnya.

Hingga kini, penyebab kehamilan Orobator belum diketahui. "Dia mengatakan kehamilannya bukan akibat perkosaan dan ayah bayinya bukan sipir penjara Laos," ujar Jane Orobator, ibu Orobator setelah mengunjungi anaknya, 19 Mei lalu.

Sebuah harian pemerintah Laos pada Selasa 2 Juni 2009 mengabarkan bahwa Orobator hamil setelah sel telurnya dibuahi sperma tahanan lain di penjara itu. Juru bicara Reprieve Katherine O'Shea mengatakan kelompoknya belum mengetahui kebenaran berita itu.

"Kami belum menemui Orobator untuk mengecek kabar ini, namun masalah ini tidak dapat mengganggu persidangan. Prioritas utama kami adalah kesehatan ibu dan anaknya, yang berarti pengadilan singkat dan kembali ke Inggris," ujar O'Shea melalui surat elektronik kepada CNN.

Deplu Inggris menolak mengomentari berita tersebut. Mereka menyatakan tidak dapat membicarakan persidangan hingga putusan keluar."Kami belum mengetahui hingga kapan pengadilan berlangsung," ujar seorang sumber Deplu yang menolak disebut namanya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ