Dunia
Perdagangan Saham di Wall Street

Bank Tawarkan Saham Baru, Indeks Sedikit Naik

Mereka melepas saham perbankan jelang akhir transaksi

Rabu, 3 Juni 2009, 07:25 WIB
Renne R.A Kawilarang
  (http://www.abc.net.au)

VIVAnews - Para investor di bursa Wall Street, New York, disuguhi dua kabar yang bertolak belakang. Mereka sengaja melepas saham menjelang akhir transaksi Selasa sore waktu setempat (Rabu dini hari WIB) saat mendengar sejumlah bank menerbitkan saham baru kendati mereka juga disuguhi kabar gembira atas naiknya tingkat penjualan rumah yang tertunda.

Itulah sebabnya kenaikan indeks di Wall Street tidak sebesar sehari sebelumnya. Indeks harga saham industri Dow Jones naik 19,43 poin (0,2 persen) ke level 8.740,87.

Indeks saham indikator Standard & Poor's 500 juga naik, yaitu 1,87 poin (0,2 persen) menjadi 944,74. Begitu pula dengan indeks saham teknologi Nasdaq, naik 8,12 poin (0,4 persen) ke posisi 1.836,80. 
 
Para investor terpengaruh dengan data penjualan rumah yang tertunda pada bulan April, yang mencetak rekor tertinggi dalam hampir delapan tahun terakhir. Namun, di saat yang sama, harga saham perbankan anjlok saat sejumlah bank besar berencana menerbitkan saham baru untuk membayar kembali dana talangan dari pemerintah yang mereka pinjam beberapa waktu lalu.

Morgan Stanley, misalnya, akan menawarkan saham baru senilai US$2,2 miliar, mengikuti jejak JPMorgan Chase & Co (US$5 miliar). dan American Express Co. (US$500 juta) pada Senin kemarin.

Sedangkan Goldman Sachs Group Inc. telah menjual sebagian sahamnya di Industrial & Commercial Bank of China (ICBC) untuk mendapatkan dana lebih dari US$1,9 miliar dalam rangka membayar kembali dana talangan dari pemerintah AS. 

William Rutherford, presiden Rutherford Investment Management LLC di Portland mengaku khawatir bahwa data ekonomi yang disuguhi selama ini masih belum cukup untuk memperpanjang reli harga saham yang berlangsung dalam tiga bulan terakhir.

"Ekonomi harus pulih dengan lancar untuk memastikan reli harga saham dan saya tidak tahu apakah situasi saat ini sudah memberi momentum demikian," kata Rutherford. (AP) 









• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ