Dunia
Perdagangan Saham

Indeks di Bursa Asia Sedikit Menguat

Kenaikan indeks terpengaruh oleh berita positif perkembangan ekonomi di AS

Selasa, 2 Juni 2009, 14:59 WIB
Renne R.A Kawilarang
Seorang pialang memakai kostum tradisional di Bursa Saham Tokyo (AP Photo/Katsumi Kasahara)

VIVAnews - Indeks harga saham di sebagian besar bursa utama di Asia, Selasa sore 2 Juni 2009, bergerak naik setelah muncul tanda-tanda pemulihan ekonomi global dari resesi. Namun kenaikannya tidak sebesar sehari sebelumnya saat para investor berhati-hati untuk tidak gegabah membaca situasi ekonomi setelah belajar dari reli selama tiga bulan terakhir.

Di bursa Tokyo, indeks Nikkei naik 46,95 poin (0,5 persen) menjadi 9.724,70. Kenaikan indeks dipimpin oleh naiknya harga saham perusahaan-perusahaan otomotif seperti Toyota dan Nissan setelah kompetitor mereka di Amerika Serikat (AS), General Motors, dinyatakan bangkrut.

Kenaikan indeks harga saham juga melanda bursa di Shanghai (0,7 persen), dan di Australia (1,4 persen). Sebaliknya, indeks di bursa Hong Kong turun 0,3 persen, sedangkan di bursa Seoul indeks Kospi tidak mengalami perubahan setelah sempat naik di awal sesi perdagangan.

Kenaikan indeks terpengaruh oleh berita positif perkembangan ekonomi di AS di sektor manufaktur, belanja konsumen, dan belanja konstruksi. Data-data itu ternyata lebih baik dari yang diperkirakan.
 
Fakktor-faktor itulah yang kian mendorong sentimen para investor di Asia setelah sehari sebelumnya disuguhi kabar gembira atas membaiknya industri manufaktur di China.

Dampaknya, volume dana di bursa ekuitas naik secara signifikan sejak Maret lalu. Likuiditas yang dibawa oleh program-program stimulus pemerintah di mancanegara mempercepat aliran masuk uang ke bursa-bursa saham.

"Setiap ekonomi di dunia tengah menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan, seperti di China, atau stabilisasi, seperti di AS," kata Khiem Do, manajer dana Baring Asset Management yang mengelola ekuitas di Asia sebesar US$8,5 miliar. "Jadi, banyak investor kini menilai bahwa bursa telah mengalami periode terburuk," kata Khiem. (AP)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ