VIVAnews - Kepolisian RI berjanji akan tetap netral dalam pelaksanaan Pemilu Presiden 2009. Juru Bicara Kepolisian, Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira mengatakan masuknya beberapa mantan Kapolri di tim sukses pasangan calon tak memengaruhi Polri.
"Kita menjamin secara institusi Polri akan netral, tidak akan mengikuti atau mendukung salah satu capres atau cawapres," kata Abubakar di Markas Besar Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat 29 Mei 2009.
Polri, tambah Abubakar, akan menindak tegas anggota Polri yang ikut dalam tim sukses. "Secara institusi akan kita tindak tegas," tambah dia.
Mantan Kapolri, Jenderal purnawirawan Sutanto masuk dalam Gerakan Pro SBY. Sementara, mantan Kapolri, Jenderal purnawirawan Chairuddin Ismail termasuk 38 purnawirawan jenderal yang mendukung pasangan Jusuf Kalla-Wiranto.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian RI, Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan Polri tetap netral dalam pemilu. Pihaknya, tambah dua, siap mengamankan para calon presiden dan wakil presiden.
Polri juga tetap menggelar 'Operasi Mantap Brata', sama dengan pengamanan saat pemilu legislatif, termasuk soal jumlah personel.
Dalam pengamankan pelaksanaan pemilu legislatif lalu, Polri menyiapkan dua pertiga kekuatan yakni 246.034 personel. Polisi tak sendirian, selain bantuan 1.223. 273 personel perlindungan masyarakat dan personel TNI.
Berdasarkan keputusan KPU, kampanye rapat umum dijadwalkan selama dua puluh empat hari, 11 Juni hingga 4 Juli 2009. Masing-masing tim kampanye mendapat jatah delapan kali rapat umum disetiap propinsi.