VIVAnews - Pasca diakuisisi HSBC Asia Pasific Holdings (UK) Limited, Bank Ekonomi Tbk tetap berkonsentrasi mengembangkan Usaha Kecil Menengah. Akuisisi ini juga akan tetap mempertahankan Bank Ekonomi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Chief Executive Officer HSBC Indonesia Rakesh Bhatia pada konferensi pers mengatakan akuisisi Bank Ekonomi melengkapi segmentasi Grup Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited.
"Akuisisi ini memperkuat segmentasi yaitu korporasi internasional,perbankan komersial dan institusional serta usaha kecil dan menengah," katanya pada konferensi pers di Merchantile Club World Trade Center Jalan Jend Sudirman Jakarta, Jumat, 25 Mei 2009.
Bersamaan dengan proses akuisisi ini, kata Rakesh, akan ada perubahan logo bank Ekonomi dengan tambahan Member HSBC Group. Akuisisi Bank Ekonomi, Rakesh menuturkan akan meningkatkan segmentasi pasar HSBC. HSBC akan memiliki 207 cabang di 26 kota. "Ada rencana menambah cabang di 16 kota," katanya.
Setelah akuisisi, HSBC akan melakukan proses integrasi budaya perusahaan dan menarik keinginan nasabah. Dalam waktu dekat, budaya Bank Ekonomi akan seperti saat ini sampai proses assesment budaya gruop HSBC dalam jangka panjang grup diserap seluruhnya. Mengenai produk UKM yang akan dilansir Bank Ekonomi sebagai bagian dari HSBC, Rakesh mengatakan "Kita akan mencari informasi nasabah, mengedukasi pelanggan dan mengetahui keinginan mereka," katanya.
Dalam waktu dekat, katanya, Bank Ekonomi akan menawarkan kartu kredit sesuai dengan platform usaha kecil. "Kita sedang mengembangkan produk-produk," katanya.
Bank Ekonomi juga akan tetap berada di listing bursa. Harga jual saham Bank Ekonomi berada di harga Rp 2.652 per lembar saham yang disesuaikan dengan nilai tukar.
Rakesh menjelaskan, akuisisi Bank Ekonomi di Indonesia memiliki potensi sangat besar. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang diramalkan tumbuh 2,5 persen dan 4,5 persen pada 2010 berlawanan dengan tren global yang menurun. "Kami optimis akan perkembangan Bank Ekonomi dalam jangka panjang untuk segmen UKM."