VIVAnews - Setelah mengakuisisi 88,89 persen saham Bank Ekonomi, HSBC Asia Pasific Holding (UK) Limited diharuskan melaksanakan Mandatory Tender Offer (MTO) terhadap 10,11 persen sisa saham Bank Ekonomi.
Rincian MTO, menurut Chief Executive Officer HSBC Indonesia Rakesh Bhatia, telah disetujui lembaga pengawas lokal. "Nanti akan diumumkan di media massa dan pemegang saham sesuai peraturan berlaku," katanya pada konferensi pers Akuisisi Bank Ekonomi di Merchantile Club World Trade Center Jalan Jend Sudirman ,Jakarta, Senin 25 Mei 2009.
Rakesh menjelaskan, Indonesia merupakan negara dengan potensi pertumbuhan yang signifikan. "Akuisisi Bank Ekonomi menjadikan kami berada pada posisi tiga besar bank asing dari sisi aset," katanya.
Bank Ekonomi akan beroperasi sebagai entitas terpisah dari bisnis HSBC di Indonesia yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia (BEI). "Nasabah HSBC akan tetap dilayani melalui cabang HSBC yang ada," kata Rakesh.
Pihak HSBC akan mengumumkan jajaran direksi Bank Ekonomi yang baru pada pekan depan. "Sekaligus dengan logo baru," katanya.
HSBC menyediakan layanan bagi nasabah perorangan, korporasi, perbankan komersial, institusional, treasury capital serta Amanah Syariah di Indonesia. Per 31 Desember 2008, HSBC Indonesia mencatatkan laba sebelum pajak sebesar US$121 juta.