Dunia
Kontroversi Kematian David Hartanto Widjaja

Profesor Chan Kap Luk Beri Kesaksian

Saat bersaksi, Chan menceritakan bahwa David muncul di kantornya pada pukul 10.25.

Kamis, 21 Mei 2009, 12:46 WIB
Antique, Harriska Farida Adiati
David Hartanto Widjaya (Topik-ANTV)

VIVAnews - Profesor Chan Kap Luk, dosen pembimbing skripsi mahasiswa asal Indonesia David Hartanto Widjaya yang diduga menusuk Chan lalu bunuh diri, memberi kesaksian dalam sidang koroner kedua kasus David di pengadilan koroner Singapura hari ini, Kamis, 21 Mei 2009.

Seperti dikutip dari laman harian The Straits Times, Chan mengungkapkan momen-momen terakhir sebelum David ditemukan tewas dengan dugaan terjun dari lantai empat gedung di kampusnya.

David, kata dia, tiba-tiba muncul di ruang kantor Chan pada pagi hari 2 Maret lalu. Seharusnya, David mendatangi Chan sekitar sepekan sebelumnya untuk berkonsultasi mengenai tugas akhirnya.

Saat bersaksi, Chan menceritakan bahwa David muncul di kantornya pada pukul 10.25 waktu Singapura, 2 Maret. Dia ingin berdiskusi terkait skripsi yang sedang disusun David.

Menurut Chan, David mengeluarkan USB flash disk dan mengatakan bahwa pekerjaannya tersimpan di dalamnya. Chan mengaku sulit membuka program tersebut di komputernya, sedangkan David bersikeras bahwa dia telah mengerjakan tugas itu di salah satu dari laboratorium lain di kampus NTU.

Saat mereka bersitegang, Chan mengamati kalau suara David berubah menjadi gemetar. Beberapa saat kemudian, saat Chan berbalik dan dia merasakan sesuatu di punggungnya. Dia berputar dan melihat David memegang sebilah pisau. Chan mengaku merundukkan wajahnya dan jatuh.

Chan menuturkan, David menyerangnya lagi tetapi dirinya mencoba merebut pisau tersebut. Chan lalu berusaha melarikan diri dari ruangan itu tapi David menangkap dan menghalanginya. Dia mendorong David ke samping, lalu lari menuju ruang lain yang berjarak beberapa meter. Di situ dia sadar kalau dia telah ditusuk di bagian punggung oleh David.

Chan mengalami luka di jari telunjuk tangan kanan dan memerlukan lima jahitan untuk menutup luka di punggung. Dia mendapat dua puluh hari perawatan medis.

Sementara itu, pada hari pertama sidang mendengarkan keterangan saksi kemarin, seorang patologi yang bersaksi mengungkapkan bahwa David mengalami 36 luka di tubuhnya saat dia ditemukan di bawah sebuah jembatan di kampus.

Sidang mendengarkan keterangan saksi di pengadilan koroner Singapura hingga saat ini masih berlangsung.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ