VIVAnews - Lemak memang bisa menjadi momok menakutkan bagi wanita. Jika menumpuk dalam tubuh, tidak hanya dapat mengacaukan program diet Anda, lemak berlebih juga memicu munculnya penyakit jantung. Padahal, sebenarnya tidak semua lemak merugikan tubuh. Ada beberapa jenis lemak, yang malah berfungsi dalam proses kinerja tubuh.
Karena itu, jangan terjebak dengan mitos beredar soal lemak. Kenali fakta berikut ini:
1. Mitos: Usia bertambah, tubuh makin sulit membakar lemak
Fakta: Salah. Perubahan hormon seiring pertambahan usia, umumnya memang bisa mengakibatkan perubahan bentuk tubuh (lemak lebih banyak di bagian pinggang). Namun, jika tetap aktif bergerak, dan tidak makan berlebihan, Anda tetap bisa membakar lemak, meskipun sudah mencapai usia menopause.
2. Mitos: Dalam program diet, Anda harus sepenuhnya menyingkirkan makanan mengandung lemak.
Fakta: Tidak semudah itu. Kebanyakan wanita dengan mudahnya mengganti lemak dengan makanan mengandung gula tinggi, yang justru akan membuatnya lebih mudah merasa lapar. Penelitian menunjukkan, program diet yang dilakukan dengan mengonsumsi lemak dalam batas wajar, hasilnya lebih sukses, ketimbang program diet tanpa lemak.
3. Mitos: Berjalan kaki merupakan olahraga terbaik membakar lemak
Fakta: Belum tentu. Berjalan kaki memang olahraga yang baik untuk jantung. Namun, agar tubuh bisa membakar lemak, sehingga berat badan bisa turun, sebaiknya Anda menyelingi olahraga jalan kaki dengan latihan beban. Latihan ini, selain mengencangkan otot, juga bisa meningkatkan metabolisme Anda, yang menyebabkan lebih banyak kalori terbakar.
4. Mitos: Diet berarti hanya mengonsumsi buah dan sayuran
Fakta: Itu bukan cara yang tepat. Memang, mengisi perut dengan makanan rendah kalori, seperti wortel, selada, dll, merupakan ide tepat agar cepat langsing. Namun, jenis makanan ini tidak bisa mencukupi energi yang dibutuhkan saat Anda beraktivitas. Anda juga perlu mengonsumsi variasi makanan, seperti makanan berprotein seperti yogurt, ikan, ayam, roti, sereal, dll.