VIVAnews - Perdana Menteri Britania Raya (Inggris), Gordon Brown, meminta maaf kepada publik atas kontroversi penyalahgunaan uang rakyat yang dilakukan para wakil mereka di parlemen.
Pasalnya, ada sejumlah anggota parlemen yang memanfaatkan fasilitas dari uang para pembayar pajak untuk belanja yang tidak penting, seperti membeli makanan khusus untuk anjing maupun membayar orang untuk memangkas rumput di pekarangan rumah.
Padahal, Inggris sekarang sedang berjuang mengatasi krisis keuangan dan resesi ekonomi sehingga tidak pantas rasanya bila rakyat disuruh berhemat sementara para wakil mereka malah membuang-buang untuk sesuatu yang tidak penting. Kontroversi itulah yang menimbulkan kekisruhan di kalangan anggota parlemen, yang kini saling tuduh.
Situas itu menimbulkan keprihatinan bagi Brown, yang memimpin Partai Buruh yang tengah berkuasa. "Saya ingin meminta maaf mewakili semua politisi dan semua partai atas apa yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir," kata Brown seperti dikutip stasiun televisi BBC, Senin 11 Mei 2009. Saat itu Brown berpidato dalam konfrensi juru rawat di kota Harrogate, Inggris bagian utara.
Sedangkan Ketua Majelis Rendah (DPR) Michael Martin menyerukan perubahan serius dalam mengawasi pengeluaran dan belanja para wakil rakyat. Maka, Martin mengungkapkan bahwa DPR akan mengerahkan tim independen untuk mengaudit pengeluaran para anggota Majelis Rendah.
Namun, kontroversi itu telah menjadi santapan kalangan media massa di Inggris. Surat kabar The Telegraph, misalnya, mengungkapkan bahwa pemimpin Partai Konservatif yang beroposisi di Majelis Rendah, Alan Duncan, menikmati tunjangan sebesar 4.000 pound sterling (sekitar Rp 62,8 juta) hanya untuk membayar jasa penata kebun di rumahnya - termasuk memotong rumput halaman.
Duncan pun berkilah. "Apapun yang saya terima telah disetujui oleh kantor anggaran," kata Duncan. Selain itu, pejabat Partai Buruh yang mengawasi sektor pendidikan tinggi di Majelis Rendah, David Willetts, menggunakan tunjangan 100 pound sterling hanya untuk membayar tenaga yang menggantikan 25 buah lampu di rumahnya.
Politisi dari Partai Buruh pun tak ketinggalan mendapat sorotan. Menurut Telegraph, Menteri Pariwisata Barbara Follett menikmati tunjangan lebih dari 25.000 pound sterling untuk jasa keamanan rumahnya.