VIVAnews - Pengadilan banding di Iran bagi jurnalis asal Amerika Serikat (AS), Roxana Saberi, akan digelar pekan depan. Pertengahan bulan lalu, Saberi dijatuhi hukuman pidana delapan tahun penjara karena dianggap terbukti melakukan kegiatan mata-mata.
"Tanggalnya sudah ditentukan, pekan depan," ujar juru bicara pengadilan Alireza Jamshidi dalan konferensi pers seperti dikutip laman stasiun televisi BBC, Selasa 5 Mei 2009. Namun Jamshidi menolak merinci waktu sidang.
Sejak putusan hakim Pengadilan Revolusi di Teheran itu, Saberi dikabarkan menjalani aksi mogok makan sebagai protes. Namun pemerintah Iran membantah kabar tersebut.
"Dua hari lalu, saya telah menanyai wakil jaksa dan dia menyatakan Saberi dalam kondisi sehat dan tidak melakukan mogok makan," ujar Jamshidi.
Presiden AS Barack Obama telah menyatakan tuduhan mata-mata yang dikenakan kepada Saberi tidak beralasan dan meminta Iran membebaskan jurnalis itu. Saberi telah berada di Iran selama enam tahun untuk belajar dan menulis buku.
Saberi ditangkap akhir Januari lalu karena bekerja tanpa izin liputan. Namun tuntutan ditingkatkan menjadi melakukan kegiatan mata-mata untuk AS.
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menolak mencampuri kasus ini. Dia mengatakan pengadilan bersifat independen dan Saberi akan diberi seluruh hak hukumnya.