VIVAnews - Balai Besar Veteriner (BBV) Denpasar bersama Dinas Peternakan Bali mengambil sampel darah dan lendir dari hidung babi. Sebanyak 1.500 babi akan diambil secara acak yang dilakukan di seluruh kabupaten/kota dan telah dilakukan mulai 4-23 Mei 2009 mendatang.
Hasilnya baru bisa diketahui dua pekan ke depan karena masih menunggu kiriman alat pendeteksi dari Departemen Peternakan dan Pertanian Jakarta. Hal ini diungkapkan Koordinator Laboratorium Virologi BBV Denpasar, Ketut Santhia, Selasa, 5 Mei 2009.
Tak hanya di wilayah Bali saja, pengambilan sampel juga akan diperluas hingga ke wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram dan Lombok.
Sedangkan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang, Alor, Sikka, dan Sumba Timor dengan mengambil sampel masing-masing 100 ekor babi.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Peternakan Bali, Ida Bagus Alit bahwa pengambilan sampel lebih memprioritaskan pada peternak babi rumahan.
Langkah ini diambil lantaran peternak babi rumahan jumlahnya lebih banyak dan informasi yang diperoleh masih kurang. "Apalagi peternak babi rumahan itu lokasi kandang dengan rumah tinggalnya berdekatan," ujar Bagus Alit.
Untuk jumlah babi di Bali saat ini mencapai 925 ribu dengan 98 persen merupakan peternak babi rumahan.
Laporan: Wima Saraswati | Bali