Dunia
Wabah Flu Babi

China Pulangkan Ratusan Warga dari Meksiko

China dan Meksiko telah sepakat untuk memulangkan warga negara masing-masing

Selasa, 5 Mei 2009, 09:08 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Petugas kesehatan China memeriksa penumpang pesawat AeroMexico (AP Photo/EyePress)

VIVAnews - China mengirim pesawat untuk menjemput sekitar 200 warganya dari Meksiko, Senin 4 Mei 2009. Tindakan itu dilakukan setelah dua negara tersebut mencapai kesepakatan repatriasi, atau saling memulangkan warganya.

Pesawat carteran itu meninggalkan Guangzhou di selatan China menuju Mexico City dan Tijuana di perbatasan Meksiko-Amerika Serikat pada pukul 10.00 malam waktu setempat, kemarin. Pesawat dijadwalkan kembali Shanghai pada pukul 9.00 pagi Rabu besok. Demikian ungkap maskapai China Southern Airlines, seperti termuat di laman stasiun televisi Channel News Asia.

Sebanyak 17 kru telah mendapat latihan khusus untuk menangani virus Influenza A (H1N1) dan segala bentuk tindakan darurat. Dokter dan ahli karantina dari kementrian kesehatan China akan memonitor kesehatan penumpang selama penerbangan.

Pihak maskapai penerbangan mengatakan, bila ada penumpang yang menunjukkan gejala terjangkit virus, maka kemungkinan semua penumpang, termasuk kru pesawat akan dikarantina.

Sebelumnya, kementrian luar negeri China mengumumkan bahwa China dan Meksiko telah sepakat untuk memulangkan warga negara masing-masing. Pejabat kedutaan besar Meksiko di Beijing juga mengatakan bahwa mereka sedang mengirimkan sebuah pesawat untuk membawa pulang warganya yang sedang berada di China.

Kemarin, China juga menyangkal bertindak diskriminatif terhadap warga Meksiko setelah satu warga Meksiko di China positif terjangkit virus A (H1N1).

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ