Dunia
Ditahan di Iran

Mogok Makan, Jurnalis AS Masuk Rumah Sakit

Aksi itu dilakukan Roxana untuk memrotes penetapan hukuman pidana delapan tahun penjara.

Selasa, 5 Mei 2009, 01:01 WIB
Ismoko Widjaya, Shinta Eka Puspasari
Roxana Saberi (AP Photo/The Miss North Dakota Pageant)

VIVAnews - Jurnalis Iran-Amerika Serikat (AS) Roxana Saberi dibawa ke rumah sakit setelah melakukan aksi mogok makan. Aksi itu dilakukan Roxana Saberi untuk memrotes penetapan hukuman pidana delapan tahun penjara yang dijatuhkan kepada dirinya.

Kelompok kebebasan pers Reporter sans Frontiere menyatakan, Saberi dibawa ke klinik di penjara Evin, Teheran, tempat dia ditahan sejak Januari lalu. Dia telah keluar klinik setelah berhasil dipaksa meminum air.

Reza Saberi, ayah Roxana, mengatakan putrinya hanya meminum air karbonasi dan menolak makanan setelah dinyatakan bersalah memata-matai Iran. Namun akhir pekan lalu Roxana menolak minum sebagai protes atas bantahan pemerintah Iran mengenai aksi mogok makan yang ia lakukan.

"Jadi dia memutuskan untuk mogok makan sepenuhnya," ujar juru bicara RSF Soazig Dollet, seperti ditulis Associated Press, Senin, 4 Mei 2009.

Saberi telah tinggal di Iran selama enam tahun. Akhir Januari lalu, Saberi ditahan dengan tuduhan liputan tanpa izin pers. Namun pemerintah Iran meningkatkan tuduhan menjadi melakukan kegiatan mata-mata untuk pemerintah AS. Dia dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.

Saberi ditahan pada akhir Januari lalu atas perintah Pengadilan Revolusi Iran. Juru bicara menteri luar negeri Iran Hassan Qashqavi mengatakan bahwa Saberi yang bekerja pada BBC dan beberapa media lainnya telah ditahan karena bekerja ilegal. Qashqavi menyatakan izin bekerja Saberi sebagai jurnalis telah dicabut pada 2006.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ