Dunia
Insiden Penyerangan Keluarga Ratu Belanda

Pelaku Serangan Akhirnya Tewas

Pengemudi itu telah mengaku kepada polisi bahwa dia bermaksud menyerang keluarga kerajaan

Jum'at, 1 Mei 2009, 15:26 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Para warga menolong korban tabrak lari di Kota Apeldoorn, Belanda (AP Photo/Cynthia Boll)

VIVAnews - Seorang pengemudi yang menabrakkan mobilnya ke keramaian orang saat mereka sedang menyaksikan parade keluarga kerajaan Belanda, akhirnya tewas karena menderita luka parah, Kamis malam waktu setempat, 30 April 2009 (Jumat pagi WIB). Perbuatan pria itu menyebabkan lima orang tewas, dan dua belas orang cedera yang hingga kini masih dirawat di rumah sakit.

Seperti dikutip dari laman stasiun televisi BBC, pelaku bernama Karst Tates, 38 tahun. Dia mengalami luka parah setelah mencoba menyerang keluarga kerajaan di kota Apeldoorn, sekitar 90 kilometer timur Amsterdam, kemarin.

Mobilnya menabrak sebuah monumen setelah melaju merintangi pembatas jalan dan menabrak penonton yang berdiri di pinggir jalan untuk menyaksikan parade dalam rangka memperingati Queen's Day.

Sebuah mobil menabrak sejumlah orang dalam insiden di Belanda

Insiden penyerangan di Kota Apeldoorn, Belanda (AP Photo)

Petugas kepolisian mengatakan, pengemudi itu telah mengaku kepada polisi bahwa dia bermaksud menyerang keluarga kerajaan. Setelah memeriksa kendaraan dan rumahnya, para penyelidik mengatakan bahwa motif tindakan itu adalah terorisme. Polisi mengatakan, Tates bertindak seorang diri.

Saat peristiwa terjadi, anggota keluarga kerajaan, yang berada di sebuah bus beratap terbuka, melihat kejadian itu dengan ketakutan. Mereka segera duduk dan bus yang mereka tumpangi terus melaju.

Queen's Day merupakan libur nasional di Belanda, Belanda Antilles, dan Aruba. Tradisi itu dimulai pada 1885 untuk merayakan hari jadi ratu. Meski ulang tahun Ratu Beatrix jatuh pada 31 Januari, secara resmi dia merayakan ulang tahunnya pada 30 April. Saat Queen's Day, banyak terdapat pasar dadakan di jalanan, semua orang bebas menjual barang-barang di jalan.

Kegiatan lain adalah permainan untuk anak-anak, dan pertunjukan musik. Warga oranye menghiasi berbagai tempat di Belanda. Oranye merupakan warna keluarga kerajaan, dari House of Orange-Nassau.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ