VIVAnews - Menteri kesehatan Meksiko Jose Angel Cordova mengatakan jumlah pasien yang diduga terinfeksi virus flu babi meningkat menjadi 1.614 orang. Cordova juga menyatakan setidaknya 103 orang tewas akibat virus A/H1N1 ini.
"Kami masih terus mendata jumlah korban virus flu babi ini," ujar Cordova di Mexico City melalui siaran televisi Televisa Mexican, Minggu malam 26 April 2009 waktu setempat (Senin dini hari WIB).
Sebelumnya departemen kesehatan Meksiko menyatakan penyakit ini telah menewaskan 86 orang dan menyerang lebih dari 1.400 sejak 13 April lalu. Sementara pemerintah AS mengumumkan bahwa virus telah ditemukan di New York, California, Texas, Kansas, dan Ohio, namun belum ada laporan mengenai korban jiwa.
Flu babi merupakan jenis penyakit yang menyerang sistem pernapasan babi akibat infeksi virus tipe A. Manusia jarang terkena penyakit ini, namun virus dapat menyerang orang yang hidup dekat binatang babi. Virus ini lalu dapat menyebar dari satu orang ke orang lainnya.
Gejala flu babi meliputi demam lebih dari 37,77 derajat Celsius, sakit badan, radang tenggorokan, batuk, sulit bernapas, dan dalam beberapa kasus pasien muntah-muntah dan diare. Belum ada vaksin khusus untuk menanggulangi virus flu babi. Virus ini biasanya menyebar melalui kontak langsung dengan babi. (AP)