VIVAnews - Malaysia tengah kekurangan tenaga insinyur sehingga bisa mengganggu kemajuan pembangunan di negeri jiran itu. Demikian ungkap Presiden Institute of Engineers Malaysia (IEM), Profesor Chuah Hean Teik.
Seperti dikutip laman harian The Star, Senin 20 April 2009, Chuah mengatakan bahwa Malaysia membutuhkan sedikitnya 200.000 insinyur mulai tahun 2020. Padahal, saat ini baru ada 60.000 tenaga.
Maka, menurut dia, tak ada cara lain bagi Malaysia selain mendidik lebih banyak lagi calon insinyur sebelum situasi jadi terlambat. "Kita harus membuat rencana ke depan dan tidak hanya menunggu hingga kekurangan jadi kian parah," kata Chuah dalam 50 tahun peringatan IEM di Petaling Jaya, Sabtu 18 April 2009.