VIVAnews - Harga minyak mentah dunia anjlok di perdagangan Asia, Senin, 13 Maret 2009. Pasalnya, para pialang melakukan aksi ambil untung dari harga tinggi akhir pekan lalu sebelum libur Paskah. Harga minyak mentah light sweet untuk pengiriman Mei turun 46 sen menjadi US$ 51,78 per barel.
Sementara itu, minyak mentah Brent untuk Mei jatuh 11 sen menjadi US$ 53,95. Kontrak untuk pengiriman Mei akan berakhir Rabu pekan ini. "Setelah pekan lalu ditutup menguat, sekarang terjadi aksi ambil untung. Selain itu, masih belum pasti apakah minyak sudah mencapai harga stabil atau belum," kata Victor Shum, konsultan energi Purvin and Gertz, Singapura, seperti dikutip laman harian The Straits Times.
Harga minyak mentah melonjak pada Kamis pekan lalu karena reli di bursa Wall Street, New York, Amerika Serikat, menjelang liburan Paskah. Reli Wall Street mungkin akan berlanjut pekan ini ketika laporan penerimaan dari bank-bank lain selain Wells Fargo, akan dirilis, lanjut Shum. "Jika laporan penerimaan seperti milik Wells Fargo, maka akan ada berita bagus di bursa minyak," kata Shum.
Harga minyak jatuh bebas setelah mencapai harga puncak US$ 147 pada Juli tahun lalu. Penurunan tajam terjadi akibat krisis finansial global yang telah menghantam permintaan terhadap energi.