VIVAnews - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengajukan rancangan anggaran dana militer khusus untuk operasi militer di Irak dan Afghanistan kepada Kongres, Kamis (9/4). Obama meminta dana sebesar US$ 83,4 miliar. Permintaan Obama itu akan menggenapkan dana kedua perang itu menjadi US$ 1 triliun sejak 11 September 2001. Dana tambahan akan digunakan untuk membiayai operasi hingga musim gugur tahun ini.
Selain itu, Obama juga mengajukan tambahan dana US$ 350 juta untuk membiayai upaya Departemen Pertahanan memberantas kartel narkoba Meksiko dan menjaga keamanan perbatasan AS dan Meksiko. Obama juga mengajukan permohonan anggaran US$ 400 juta untuk membantu menyelesaikan masalah sepanjang perbatasan Pakistan dan Afghanistan.
“Sekitar 95 persen dana ini akan digunakan untuk membantu prajurit kita bekerja di Irak, agar mereka dapat menolong warga Irak berdiri sendiri dan mengalahkan al-Qaida di Pakistan dan Afghanistan,” kata Obama melalui surat kepada juru bicara Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi.
Juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs mengatakan dana ini merupakan uang terakhir yang akan dikucurkan pemerintah AS untuk menangani masalah di Irak dan Afghanistan. Gibbs mengatakan dana ini dibutuhkan pada musim panas sebelum Kongres menyetujui anggaran 2010.
Dalam pernyataan resmi, Pelosi mengatakan Kongres akan meninjau permintaan Obama. Kongres juga akan berdiskusi dengan pemerintah eksekutif untuk menentukan jumlah yang sesuai untuk keberhasilan AS. Juni lalu, Kongres meloloskan pengucuran dana US$ 66 miliar untuk operasi militer.
Permintaan Obama ini diperkirakan akan mendapat persetujuan Kongres AS. Namun beberapa perwakilan Demokrat, partai asal Obama, tidak terlalu berkenan dengan anggaran ini.
“Pendanaan ini akan menyebabkan dua hal, pertama memperpanjang pekerjaan AS di Irak hingga setidaknya sampai akhir 2011 dan tentu memperbanyak pengerahan prajurit di Afghanistan,” kata Lynn Woolsey dari California.
Sebaliknya, partai oposisi Republik diperkirakan akan menyetujui permintaan Obama dengan segera. “Perang bisa segera diakhiri dengan menetapkan batas waktu dan pembatasan kekuatan militer,” ujar John Boehner dari Republik. (AP)