Dunia
Pengadilan Kejahatan Kemanusiaan di Kamboja

Algojo Khmer Merah Berkorban Demi Revolusi

Dia mengaku terpaksa tinggalkan pekerjaan sebagai guru matematika demi Khmer Merah

Senin, 6 April 2009, 16:40 WIB
Renne R.A Kawilarang, Shinta Eka Puspasari
Kaing Guek Eav (AP Photo/Mak Remissa, Pool)

VIVAnews - Terdakwa kasus kejahatan kemanusiaan Kaing Guek Eav alias Duch mengaku mengorbankan segalanya demi revolusi, yang telah menewaskan hingga dua juta orang. Mantan pimpinan Khmer Merah ini menyatakan terpaksa meninggalkan pekerjaan yang ia cintai sebagai guru matematika demi gerakan komunis Khmer Merah.

“Jika ada yang saya cintai dalam hidup, itu adalah pekerjaan saya mengajar matematika,” kata Duch di hadapan para hakim sidang luar biasa di Pengadilan Kamboja, Senin 6 April 2009, seperti dimuat di laman stasiun televisi ABS-CBN News.

Duch merupakan pimpinan senior Khmer Merah yang mengepalai penjara utama S-21 atau Tuol Sleng, tempat sekitar 16.000 pria, perempuan, dan kanak-kanak tewas dalam kurun waktu antara 1975 hingga 1979. Jaksa mendakwa Duch melakukan kejahatan melawan kemanusiaan, pembunuhan, dan penyiksaan.

"Saya yakin apa yang saya lakukan saat itu adalah benar, saya bersedia mengorbankan segalanya demi revolusi," ujar terdakwa berusia 66 tahun itu.

Dalam persidangan pekan lalu, Duch mengaku bersalah atas keterkaitannya dengan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan. Duch juga menyatakan siap disalahkan atas penyiksaan ribuan orang di penjara Tuol Sleng.

Hakim asal Prancis Jean-Marc Lavergne menanyai Duch mengenai hukuman 20 tahun penjara yang dijatuhkan kepada Duch akibat aktivitasnya melawan pemerintahan Pangeran Norodom Sihanouk. Duch menjawab ia bergabung dengan gerakan itu untuk mengubah masyarakat dan memberantas kejahatan pemerintah.

Hakim Nil Nonn mengatakan agenda sidang selanjutnya akan membahas mengenai struktur organisasi Tuol Sleng. "Sangat penting mengetahui struktur penjara itu, juga mengenali pribadi Duch dan perannya dalam kepemimpinan Khmer Merah," kata Nil.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ