Dunia
Pengadilan Kejahatan Kemanusiaan di Kamboja

Algojo Khmer Merah Minta Dimaafkan

Jaksa mendakwa Duch melakukan kejahatan melawan kemanusiaan, pembunuhan, dan penyiksaan

Selasa, 31 Maret 2009, 16:44 WIB
Renne R.A Kawilarang, Shinta Eka Puspasari
Tulang belulang para korban kekejaman Khmer Merah di Kamboja (AP Photo/Heng Sinith)

VIVAnews - Terdakwa kejahatan kemanusiaan Kaing Guek Eav alias Duch mengaku bertanggung jawab atas sejumlah kejahatan yang terjadi semasa rezim Khmer Merah berkuasa 30 tahun lalu. Duch juga menyatakan ia menyesali seluruh perbuatannya itu.

"Apakah saya diizinkan untuk memohon maaf ke seluruh korban selamat dan keluarga korban? Saya tidak berharap Anda semua memaafkan saya saat ini, tapi saya harap Anda akan melakukannya kelak," kata Duch di tengah lanjutan sidang luar biasa di Pengadilan Kamboja, Selasa, 31 Maret 2009, seperti dikutip laman stasiun televisi BBC.

Duch merupakan pimpinan senior Khmer Merah yang mengepalai penjara utama S-21 atau Tuol Sleng, tempat sekitar 16.000 pria, perempuan, dan kanak-kanak tewas dalam kurun waktu antara 1975 hingga 1979. Jaksa mendakwa Duch melakukan kejahatan melawan kemanusiaan, pembunuhan, dan penyiksaan.

Dalam sidang yang mulai digelar pada Senin (30/3), jaksa membacakan dakwaan berisi metode penyiksaan yang dilakukan atau diperintahkan Duch. "Beberapa saksi mengatakan tahanan dibunuh dengan tongkat besi, atau pipa air yang dipukulkan ke leher mereka," kata jaksa dalam dakwaannya.

Sebelumnya Duch mengaku kepada penyelidik bahwa ia terpaksa menyetujui pekerjaan sebagai kepala penjara Tuol Sleng. Dia mengaku keselamatannya terancam jika ia tidak mengambil pekerjaan itu. Duch juga mengatakan mengetahui ada siksaan namun tidak pernah ambil bagian dalam kekejaman itu.

Empat pemimpin senior Khmer Merah lain, termasuk Nuon Chea --orang nomor dua kelompok komunis ultra-Maois itu, akan diadili sepanjang sisa tahun ini. Pemimpin utama Khmer Merah, Pol Pot, meninggal pada 1998 sehingga lolos proses peradilan.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ