Dunia

Obama Tawarkan Hubungan Damai AS-Iran

Ini merupakan tindakan yang tak biasa dilakukan oleh seorang presiden Amerika Serikat (AS)

Jum'at, 20 Maret 2009, 14:17 WIB
Renne R.A Kawilarang, Shinta Eka Puspasari
Obama (AP Photo/Chris Carlson)

VIVAnews - Menyambut tahun baru Persia, Nowruz, yang berlangsung setiap 21 Maret, presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, mengirimkan rekaman video ke Iran berisi ajakan memperbarui hubungan.

Ini merupakan tindakan yang tak biasa dilakukan oleh seorang presiden Amerika Serikat (AS) mengingat negaranya tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Iran sejak 1980. Bahkan hubungan kedua bangsa sejak saat itu sarat dengan konflik. 

Obama mengatakan saat ini merupakan saat yang tepat untuk memperbaiki hubungan AS dengan Iran yang memanas selama hampir 30 tahun terakhir. "Pemerintahan saya berkomitmen untuk melakukan diplomasi yang dapat memperkuat hubungan antara AS, Iran, dan dunia internasional," ujar Obama dalam video itu seperti dikutip laman Voice of America.

Namun Obama menyatakan upaya memperbaiki harus dilakukan kedua belah pihak. "Ancaman tidak akan mendorong kemajuan proses ini, AS menginginkan kerja sama yang jujur dan berdasarkan rasa saling menghormati," kata Obama.

Nowruz, menurut Obama, menandai awal dari era yang baru. Era ini menjanjikan kesempatan bagi anak-anak, keamanan keluarga, kemajuan masyarakat, dan perdamaian internasional.

"Perbaikan hubungan Iran-AS menghadirkan kesempatan bekerja sama dalam bidang perdagangan dan kemitraan lainnya," ujar Obama.

Pesan Obama ini merupakan sebuah gebrakan dalam hubungan AS-Iran. Pendahulu Obama, presiden George Walker Bush menolak bekerja sama dengan pemimpin Iran. Bush bahkan menyebut Iran sebagai bagian dari poros setan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
sang-ilalang
29/12/2011
setan mana bisa dipercaya....
Balas   • Laporkan
san6jawara
19/12/2011
ada udang dibalik batu, ada maksud tertentu dari AS berbaik hati, bisa-bisa menikam dr belakang. karena mereka telah ragu untuk langsung menyerang iran, bisa jadi mereka dipukul mundur sampai kenegara asalnya.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ