Dunia

AIG Akui Gunakan Bailout untuk Bank Asing

Dana untuk bank-bank itu bertujuan menutup kerugian mereka pada investasi hipotek kompleks

Senin, 16 Maret 2009, 13:52 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Logo AIG (AP/Jon Supe)

VIVAnews - Perusahaan asuransi terkemuka di AS, American International Group Inc. (AIG), mengakui telah menggunakan lebih dari US$ 90 miliar bantuan pemerintah federal untuk mendanai bank-bank asing dan lokal. Beberapa dari bank yang menerima dana dari AIG sudah pernah menerima dana talangan miliaran dolar dari pemerintah AS - yang merupakan uang pembayar pajak - melalui AIG.

Menurut AIG, dana untuk bank-bank itu bertujuan menutup kerugian mereka pada investasi hipotek kompleks, sekaligus untuk keperluan jaminan bagi transaksi lain.

AIG menerima dana talangan dari pemerintah AS sebesar US$ 170 miliar lebih, dan dana untuk bank-bank diambil dari dana talangan tersebut. Perusahaan terkemuka pimpinan Edward Liddy ini khawatir bila AIG bangkrut, maka akan menghancurkan bank-bank dan konsumen yang tersebar di berbagai negara.

"Kemampuan AIG untuk memenuhi kewajibannya penting untuk menstabilkan sistem finansial AS dan untuk membuat kredit bagi rumah tangga dan bisnis kembali mengalir," kata juru bicara bank sentral AS, Federal Reserve, Michelle Smith, Minggu 15 Maret 2009.

Perusahaan yang sekitar delapan puluh persen sahamnya kini dikuasai oleh para pembayar pajak di AS, telah mengumumkan daftar penerima dana dari AIG. Beberapa penerima terbesar adalah Goldman Sachs (US$ 12,9 miliar), tiga bank Eropa, Societe Generale, Prancis (US$ 11,9 miliar), Deutsche Bank, Jerman (US$ 11,8 miliar), dan Barclays PLC, Inggris (US$ 8,5 miliar). Merrill Lynch yang juga sedang disorot karena pemberian bonus pegawai, menerima US$ 6,8 miliar, 31 Desember lalu.

Bank lain menerima antara US$ 1 miliar dan US$ 3 miliar dari unit pinjaman sekuritas AIG, termasuk Citigroup Inc., UBS AG Swiss, dan Morgan Stanley.

Kotamadya di negara bagian tertentu, termasuk California, Virginia, dan Hawaii, menerima total US$ 12,1 miliar di bawah kesepakatan investasi terjamin. Perusahaan yang mendapat kritik tajam terkait pemberian bonus bagi para pegawainya mengatakan, menggunakan miliaran dolar lainnya untuk mendanai unit bisnisnya di Maiden Lane. (AP)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ