Dunia
Krisis Darfur

Jadi Penjahat Perang, Presiden Sudan Berjoget

Suasana tampak emosional saat al-Bashir mengecam Amerika Serikat,dan sekutu-sekutu Barat

Jum'at, 6 Maret 2009, 10:00 WIB
Renne R.A Kawilarang
Presiden Sudan berjoget dengan seorang perempuan berbaju putih (AP Photo/Abd Raouf)

VIVAnews - Presiden Sudan, Omar al-Bashir, gembira betul saat berada di tengah-tengah pendukungnya. Menurut laporan stasiun televisi CNN, usai berpidato di pusat Ibukota Khartoum, Kamis 5 Maret 2009, al-Bashir tersenyum dan sempat berjoget dengan seorang perempuan yang menyambutnya di tengah kerumunan.

Padahal, sehari sebelumnya, Pengadilan Kejahatan Internasional di Den Haag, Belanda, memerintahkan penangkapan bagi al-Bashir untuk diadili karena kasus kejahatan perang di Darfur, Sudan bagian barat.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan 300.000 orang terbantai dan 2,5 juta warga mengungsi dalam konflik antara pemberontak lokal dengan tentara dan milisi dukungan pemerintah di Darfur sejak 2004.

Namun, perintah penangkapan itu tidak membuat al-Bashir gentar. Memerintah sejak 1989 berkat kudeta militer, al-Bashir yakin mendapat dukungan penuh dari rakyatnya. Tampak dari pemandangan Kamis lalu saat rakyat memenuhi jalan-jalan utama di Khartoum sambil memuji pemimpin mereka.

Suasana tampak emosional saat al-Bashir mengecam Amerika Serikat, sekutu-sekutu Barat-nya, dan Israel. Publik pun menyahut, "Enyahlah Amerika." Sebelum dan setelah berpidato, al-Bashir disambut iringan musik dan teriakan dukungan dari publik. Sambil memegang tongkat, dia juga menyambut ajakan seorang perempuan untuk ikut menari.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ