Dunia

Pelancong RI ke Swiss Terbesar di ASEAN

Kenaikan jumlah wisatawan ASEAN ke Swiss diharapkan naik menjadi 30 persen.

Kamis, 23 Februari 2012, 20:00 WIB
Syahid Latif, Indrani Putri
Wisatawan Swiss asal Indonesia terbanyak diantara negara ASEAN (istockphoto)

VIVAnews - Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dari Asia Tenggara selama empat tahun terakhir mendorong badan pariwisata Swiss membuka kantor perwakilan di Singapura.

Selama periode tersebut, lonjakan wisatawan Asia Tenggara, terutama dari Singapura, Thailand, Indonesia, dan Malaysia meningkat hingga 12 persen.

Executive Vice President Markets Switzerland Tourism, Urs Eberhard mengungkapkan, kunjungan wisatawan Indonesia memiliki persentase paling besar dibandingkan dengan tahun lalu.

"Sebanyak 40 persen turis Asia Tenggara berasal dari Indonesia, 17 persen dari Thailand, 13 persen dari Malaysia, dan tujuh persen dari Singapura," kata Eberhard di Jakarta, Kamis, 23 Februari 2012.

Nantinya, kantor perwakilan Switzerland Tourism ini akan berpusat di Singapura dan bekerjasama dengan perwakilan kedutaan Besar Swiss di empat negara tadi. Selain menjalin kerjasama dengan operator tur atau agen perjalanan lokal, kantor ini juga menitikberatkan kerjasama lewat e-Marketing dan media sosial.

Eberhard mengharapkan, kantor perwakilan yang sudah mulai efektif pada 1 Juni 2012 ini bisa mendongkrak jumlah wisatawan dari Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Thailand jadi sebanyak 30 persen selama empat tahun mendatang. (adi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
kadallllll
25/02/2012
kalau buat pasar asean indonesia No 1, kalau buat investasi indonesia peringkat ???, birokrasi ribet, pengurusan lama, pajak ga jelas. upah minimum yg selalu berubah. gimana mau buat rancangan bisnis jangka panjang kalau ga ada kepastian.
Balas   • Laporkan
melly85
23/02/2012
Ngapain lagi kesana selain buka rekening buat narok uang hasil korupsi, ppatk catet tuh nama2 turisnya dan disidik alirannya
Balas   • Laporkan
Aneeh...kok pusatnya S'pore...? ngapain bangga.. malah memalukan...
Balas   • Laporkan
putra_riau
23/02/2012
singapura paling kecil malah dibangun disana. lobi pejabat lemah, berusahalah walaupun munkn hrs menyuap pembuat kebijakan swiss. jngn hanya jago kandang menyuap dlm negeri saja... menfaatkanlahlah keahlian menyuap utk kepentingan yg lebih baik.
Balas   • Laporkan
jonbosra
23/02/2012
inilah hebatnya negeri indonesia, dikala banyak rakyatnya yg miskin, pdb paling kecil diantara turis asean ke swiss, tp turis indonesia paling banyak, apa ga ada catatan tentang jumlah anggota dpr, aparat pemerintah, pedagangyg berkunjyng??
Balas   • Laporkan
spartacuzz
23/02/2012
terbesar dari indonesia tapi buka perwakilannya di negara lain, mau jadi RIM ya????
Balas   • Laporkan
mbagusi | 13/04/2012 | Laporkan
biarin aja bos, kalo buat di Jakarta, yang terjadi turis makin banyak ke Swiss, Pejabat makin gampang ngumpetin duit hasil korupsi kesana....ini jelas beda dengan RIM, kalo buat pabrik di Jakarta tujuannya investasi yang akan membuka lapangan kerja, sedan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ