VIVAnews - Kerusuhan dan bentrokan terjadi di ibukota Afghanistan, Kabul, menyusul pembakaran Al-Quran oleh tentara Amerika Serikat di bawah NATO. Kedutaan Besar AS menutup rapat-rapat gerbang mereka, khawatir menjadi sasaran amuk massa.
Seperti diberitakan Reuters, Rabu 22 Februari 2012, beberapa orang dilaporkan terluka akibat tembakan aparat. Belum diketahui jumlah persis orang yang terluka. Ribuan massa yang marah merangsek ke barikade polisi, menghancurkan kaca-kaca mobil dan melakukan pembakaran.
Polisi menembakkan meriam air ke massa yang menutup jalan utama. Tidak hanya di Kabul, protes pembakaran Quran juga terjadi di kota Jalalabad dan Herat. Massa di kota-kota ini mengutuk insiden tersebut dan meneriakkan yel-yel anti Amerika. "Mati saja Amerika," teriak mereka di jalan.
"Jika Amerika menghina kami hingga seperti ini, kami akan bergabung dengan pemberontak," kata salah seorang demonstran, Ajmal, 18.
Pada demonstrasi di Jalalabad, massa meneriakkan nama pemimpin Taliban, Mullah Mohammad Omar. "Panjang umum Mullah Omar," kata mereka.
Gelombang protes dikhawatirkan membuat dukungan masyarakat terhadap Taliban semakin bertambah. Padahal, tentara AS yang akan segera ditarik dari negara tersebut, setengah mati mencoba menghilangkan pengaruh Taliban di Afganistan. Peristiwa kemarin menghancurkan semua usaha mereka.
Kedubes AS di Kabul mengunci kantor dari dalam dan tidak memperbolehkan para staf keluar. Pasukan berjaga di depan kedubes. "Kedubes dikunci, semua perjalanan dibatalkan. Semuanya, mohon berhati-hati di luar sana," kata Kedubes dalam akun Twitternya.
Pemerintah AS dan NATO sebelumnya telah menyatakan permintaan maafnya terkait pembakaran Quran di pangkalan udara tentara gabungan internasional di Bagram. NATO mengatakan, peristiwa itu tidak disengaja dan tidak bermaksud menghina. (eh)
yg ngutuk2 AS ini cm manfaatin kesempatan. krn 1 org bkr alquran satu negara disalahkan. g ada bedanya kan dgn dunia yg mengutuk islam krn terorisme. kalian ini g ada bedanya.. g usa lebay plis. membunuh org hny krn beginian ckckck
yankmaniescellalutaufik
| 27/02/2012
|
Laporkan
biasa klo yg nama'a joko,mang PA.gue rasa dia dah disogok ma indomie satu dus sama duit cepe.klo loe mo tau tntg islam bgmana.denger ceramah kesaksian ustadjah IREN
s.anamcell
| 24/02/2012
|
Laporkan
mr.joko,. yg mrasa pling shep,. halo brow,. gmn klo kita ktmuan aj brow,. gk usa bnyak bacot dbat2 adu mulut,. tanganku gtel ne brow,.
gonjang-ganjing
| 23/02/2012
|
Laporkan
negaramu indonesia mudah dihancurkan, sekadar di adu islam vs kristen, islam vs islam, kristen vs kristen atau suku jawa vs ambon, aceh vs jawa, papua vs sulawesi, sangat mudah
mmzznnxxvvbbcc
| 23/02/2012
|
Laporkan
maaf saudara..bukan masalah produksi/cetaknya,klo soal cetak,kami semua umat muslim mungkin mampu untuk memenuhi dunia ini dgn cetakan kitab suci kami. akan tetapi disini yg jadi masalah adalah sikap dan perilaku yg sdah tidak saling menghormati lg. mungk
d4uzcmo
| 23/02/2012
|
Laporkan
anda agamax apa mas?
hey lu amrik,boleh aja lu bakar semuanya tapi elu ga bisa bakar apa yang ada di hati dan otak gw yaitu Allah dan Muhammad serta semua ajarannya..nyantai aja....entar juga amrik bakal balik di bakar disana...hahhahahaha...