Dunia

Iran Siap Serang Musuh Bila Terancam

Angkatan Bersenjata Republik Iran menyatakan akan mengambil tindakan serangan balasan.

Rabu, 22 Februari 2012, 00:47 WIB
Antique, Amal Nur Ngazis
Kapal selam Iran (Reuters Photo)

VIVAnews - Kepala Deputi Angkatan Bersenjata Republik Iran menyatakan bahwa akan mengambil tindakan serangan terhadap musuhnya jika membahayakan kepentingan nasional Iran.

"Strategi kami saat ini yaitu jika kami merasa musuh membahayakan kepentingan nasional Iran dan menyerang, kami akan beraksi tanpa menunggu aksi mereka," kata Mohammad Hejazi kepada kantor berita Fars seperti dilansir Reuters.

Iran saat ini menghadapi tekanan internasional dan isolasi akibat perselisihan aktivitas nuklir. Perluasan sanksi Barat bertujuan untuk memblokir ekspor minyak yang vital secara ekonomi.

Teheran mengatakan, dapat melakukan balas dendam dengan menghentikan pengiriman minyak yang melalui Selat Hormuz untuk penyetokan energi global.

Sedangkan pejabat intelijen Amerika Serikat mengatakan bahwa pada pekan lalu, layanan mata-mata AS meyakini Iran akan merespon serangnnya, namun mereka berpikir Iran tidak mungkin memulai konflik.

Israel dan AS tidak mengesampingkan serangan aksi militer Iran jika sanksi dan diplomasi gagal untuk mengendalikan kampanye energi nuklir.

Inspektur senior PBB telah memulai perundingan keduanya di Teheran dalam tiga pekan, untuk mencari penjelasan Iran sehubungan dengan laporan intelijen tentang program nuklir Iran.

Iran sendiri menolak tuduhan Barat yang menganggap Iran diam-diam membangun senjata nuklir dan dalam beberapa pekan terakhir bersumpah tidak akan mundur dari program nuklir

Kendati demikian, Iran juga menunjukkan kemauan untuk melanjutkan perundingan dengan kekuatan dunia tanpa prasyarat. Iran mengatakan pengayaan uranium semata-mata sebagai bahan bakar untuk jaringan masa depan pembangkit listrik tenaga nuklir, bukan untuk bom.

Sementara itu, Uni Eropa marah dengan Teheran yang bulan lalu melawan keputusan boikot yang berlaku pada 1 Juli ini.

Pada hari Minggu lalu, Kementerian Minyak Iran mengumumkan penghentian balasan dalam penjualan minyak kepada perusahaan Perancis dan Inggris, meskipun langkah itu hanya sebagain besar merupakan simbolis.

Pada Senin lalu, Komisi Eropa mengatakan Belgia, Republik Ceko, dan Belanda telah menghentikan pembelian minyak Iran, sedangkan Yunani, Spanyol dan Italia mengurangi pembelian.

Sanksi ketat, termasuk penundaan embargo pada impor minyak Iran ke Uni Eropa telah menyebabkan harga minyak naik mencapai US$119 per barel dari sebelumnya US$107 per barel pada awal tahun ini.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
duwipah
22/02/2012
jangan lupa,KOALISI paling penting dalam hubungan yang memanas...kalo perang tanpa teman bisa senasib kayak iraq...amrik yg begitu adigdaya saja masih membutuhkan eropa sebagai koalisi mereka...
Balas   • Laporkan
igur
22/02/2012
semoga ALLAH melindungi IRAN dari segala marabahaya...amin
Balas   • Laporkan
pacman
22/02/2012
Hahahah... si amrik tertawa lebar menyaksikan kebodohan bangsa2 arab n persia yg mudah di adu domba sambil menghitung keuntungan besar hasil jual senjata n akhirnya si amrik ngga jd bangkrut... Hahahah...!
Balas   • Laporkan
igur | 22/02/2012 | Laporkan
kalo gak ngerti jangan ngomong bos, negara amrik tu ketergantungan dengan MINYAK timur tengah
yudha-huda | 22/02/2012 | Laporkan
pacman@ anda salah besar bos... USA sedang ketakutan kalo mmng dia mau mengambil keuntungan knp harus meminta bantua PBB dan sekutu... justru Iran dan bangsa arab lainnya memiliki strategi yg anda tidak memahami,,, ini taktik politik perang bangsa arab un
pacman
22/02/2012
Ntar pas perang usai n damai yg enak ya orang2 kaya nya juga + pejabat2 nya yg pd dpt proyek2 pembangunan infrastruktur n bagi2 komisi... Tinggal yg rakyat2 kecil pd meratapin nasib nya d tinggal mati sanak keluarga akibat perang... Huuh, dasar!
Balas   • Laporkan
pacman
22/02/2012
Heran... Msh bnyk aja org2 yg suka sm perang, pd hal kalo perang yg sengsara ya rakyat2 kecil jg... Smentara warga yg kaya2 n pejabat nya pd angkat koper bw uang n tinggal d hotel2 mewah... Dasar T0L0L... Wkwkwkwkwkwkwk !
Balas   • Laporkan
cottrap
22/02/2012
US tidak akan berani menyerang iran tanpa dukungan sekutu, Jika memang terjadi perang, bersiap siap lah USA menerima kekalahan besar,,,,
Balas   • Laporkan
hen_dra | 09/03/2012 | Laporkan
AS tdak akan sendirian.. karena mereka punya banyak sekutu... apalagi sekutunya israel.. hancurkan iran seperti y di bwt israel ke palestina
fikr-al-malik
22/02/2012
yg saya tunggu adalah ancama iran untuk menyeran israel terlebih dahulu. krn itu pastinya jadi pukulan paling telak untuk perang psikologis sebelum perang sebenarnya...
Balas   • Laporkan
ayolah mulai perang armageddon..
Balas   • Laporkan
nobi.kun | 22/02/2012 | Laporkan
@antariksa tau g lu arti jihad? ngmg gtu tp g tau artinya,,contoh orang gag pernah sekolah jihad itu membela yang benar d jalan sang Pencipta,ga cuma mati aja!! jihad itu nglindungi yg lemah n g ngmg ngawur kayak loe!!! gag penting loe itu,orang g bisa ap
antariksa | 22/02/2012 | Laporkan
Perang aja yng ada di otak lu om? yang maunya jihad mulu..!
baikbaiksayang
22/02/2012
AS & Israel serang Iran, mungkin China & Rusia gk tinggal diam...
Balas   • Laporkan
beygbastian | 22/02/2012 | Laporkan
weh @antariksa kaya yg udah tau aja..wakakakak salut lah buat dia... kayanya paling tau gitu soal negara2.. dulunya paling pinter plajaran IPS kali yah...
yudha-huda | 22/02/2012 | Laporkan
antariksa@ anda sebenarnya yg tak memahami signal taktit juga strategi perang ...
bobdarren | 22/02/2012 | Laporkan
@antariksa: sebenarnya China memegang porsi terbesar dr cadangan devisa AS. Jd ngga tepat kalau dibilang China pasti tunduk sm AS.
blondot2012
22/02/2012
Siap siap harga bensin naik
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ