VIVAnews - Seorang warga asing luka parah setelah melempar bom ke arah polisi, yang akhirnya justru mengenai dirinya sendiri, di Bangkok Selasa sore waktu setempat. Insiden di ibukota Thailand itu melukai sedikitnya lima orang, termasuk pelaku.
Laporan media setempat mengungkapkan bahwa pelaku adalah warga asing asal Iran. Namun pihak berwenang masih belum memberi konfirmasi atas identitas pelaku. Pihak berwenang juga masih menyelidiki kronologi kejadian dan asal ledakan yang diduga adalah bom.
Harian Bangkok Post mengungkapkan bahwa dua bom meledak di jalan Sukhumvit 71. Seorang pria saat itu membawa sebuah tas hitam dan melemparkan bom pertama ke arah taksi setelah supir menolak mengangkut dia.
Saat sejumlah polisi tiba di lokasi insiden, warga asing itu lalu melempar ke arah mereka. Namun lemparan bom itu membentur pohon dan meledak begitu terpantul ke arah pelaku. Saksi lain mengatakan bahwa bom itu keburu meledak di dekat pelaku sebelum dilempar ke arah polisi.
Dia langsung dilarikan ke RS Kluaynamthai. Menurut laporan media setempat, kedua kakinya hancur akibat ledakan bom itu.
Polisi di sektor Klong Ton mengungkapkan bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 14 di luar Sekolah Kasempithaya di Soi Pridiphanomyong 31-33. Polisi masih menyelidiki insiden itu dan untuk sementara menutup persimpangan Klong Ton dan Phra Khanong.
Kepala Polisi sektor Klong Tan, Kolonel Sitthiparp Baiprasert, seperti dikutip harian The Nation, mengungkapkan bahwa pelaku diduga berasal dari Timur Tengah yang menyewa rumah di Soi Pridi Phanomyong 36.
Dia mengungkapkan terdengar pula ledakan di rumah yang disewa pelaku. Maka, polisi bergerak ke rumah pelaku untuk mencari apakah ada bahan peledak lain yang belum aktif. Dua warga asing lainnya juga tinggal di rumah itu, namun mereka sudah kabur.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand belum memastikan apakah insiden itu terkait terorisme. Beberapa hari lalu sejumlah kedutaan besar asing di Bangkok mengeluarkan peringatan ancaman serangan teror.