Dunia

PM Rusia: Tambah Anak, Perbanyak Seks

Hal ini demi mendongkrak jumlah populasi negara yang memiliki sedikit penduduk tersebut.

Selasa, 14 Februari 2012, 12:09 WIB
Denny Armandhanu, Indrani Putri
Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin (REUTERS/Alexei Nikolsky/RIA Novosti/Pool)

VIVAnews - Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin menghimbau warganya untuk lebih banyak berhubungan seks demi mendongkrak angka kelahiran di negara yang berpenduduk sedikit itu. Himbauan ini tidak ayal memicu ejekan dari rakyat dan pejabat pemerintah.

Putin tak main-main dengan permintaannya. Daily Mail, Senin 13 Februari 2012 melaporkan, dia bahkan menjanjikan pemberian insentif bagi para ibu supaya mau melahirkan anak ketiga untuk mendongkrak angka kelahiran.

"Saat ini kita sedang menghadapi resiko Rusia yang semakin kosong, dan masa depan negara ditentukan bukan oleh generasi kita lagi. Harga historis antara bertindak atau tidak bertindak adalah 50 juta nyawa manusia selama 40 tahun mendatang," kata Putin.

Pria yang akan maju dalam pemilihan presiden Rusia bulan depan ini menawarkan TK gratis, perumahan murah, serta pemberian insentif 140 poundsterling (Rp1,9 juta) per bulan bagi ibu yang mau memiliki anak ketiga untuk meningkatkan populasi Negeri Beruang Merah hingga 154 juta jiwa.

Diolok-olok

Ternyata, rencana Putin mengundang skeptisisme dan olok-olok aparatur negara. "Rencana seperti itu saja tidak cukup. Rasanya mustahil membayangkan populasi Rusia meningkat sedemikian pesat, kecuali terjadi imigrasi besar-besaran ke dalam Rusia," ujar Anatoly Vishnevsky, direktur Badan Kependudukan Rusia.

Di berbagai forum internet, rencana Putin pun ramai menjadi bahan ejekan. “Jika seorang wanita tidak ingin melahirkan, tidak akan ada yang bisa mengubah itu tak peduli seberapa banyaknya uang yang diberikannya,” tulis seorang pengguna.

“Jadi sekarang rakyat disuruh berhubungan seks? Di Soviet dulu, katanya tidak ada seks. Kini di Rusia, rakyat disuruh berhubungan seks dulu untuk mendapat uang,” tulis pengguna lainnya.

Sejak pertama kali menjabat pada 2000, populasi Negeri Matryoshka mengalami penurunan sebanyak 2,5 juta penduduk. Hal ini membuat Putin khawatir dengan kondisi kependudukan Rusia ke depannya, sehingga ia membuat kebijakan untuk meningkatkan angka kelahiran.

Secara geografis, Rusia merupakan Negara terluas di dunia. Namun, jumlah penduduknya yang hanya 142 juta orang lebih sedikit dibandingkan jumlah penduduk Bangladesh dan Pakistan disatukan. (sj)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
werewolf
27/02/2012
pindah ke Rusia aaah... bantu om Putin banyakin penduduk Rusia. pusing di Indonesia banyak tikusnya....
Balas   • Laporkan
triescky.iyunk.uyabs.bayu
14/02/2012
waaaaah nitip saham ah d Rusia....sini...siniii hahahah
Balas   • Laporkan
kok ga berlaku di indonesia aja ya,biar makin asik,gak perlu demo umr lagi,.haha
Balas   • Laporkan
alariec
14/02/2012
NIce coment.......
Balas   • Laporkan
no_see234
14/02/2012
Himbauan yang mang-asik-an tuh...penganut poligami welcome to russia...
Balas   • Laporkan
alariec
14/02/2012
Nah ...Amerika juga sudah berkurang sumber daya manusianya......ternyata inilah dampak dari KB ternyata Allah lebih sempurna rencananya........jd jgn takut utk punya anak banyak agar syiar islam di dunia makin menyala....
Balas   • Laporkan
kangedo2 | 14/02/2012 | Laporkan
buat peew 13 kalo anda muslim tunngu aja azab dari omongan anda
bio13
14/02/2012
Kesempatan buat indonesia kirim SDM.....
Balas   • Laporkan
no_see234 | 14/02/2012 | Laporkan
sekalian export sperm*...
deddy.djohan | 14/02/2012 | Laporkan
hmmmmmmm, manfaatin kesempatan aja nehhhhh,...lol
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ