Obama Ajukan Dana Rp7,2 Triliun untuk Arab
Dana ini untuk pembangunan dan reformasi sejumlah negara di Timur Tengah pasca revolusi.
Selasa, 14 Februari 2012, 10:55 WIB
Denny Armandhanu
Barack Obama saat pidato nasional tahunan di Kongres (REUTERS/Saul Loeb/Pool)
VIVAnews - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menyiapkan dana bantuan US$800 juta, atau sekitar Rp7,2 triliun, kepada negara-negara Arab yang mengalami revolusi tahun lalu. Dana ini diajukan pemerintah Obama kepada kongres sebagai bagian dari dana anggaran tahun fiskal 2013.
Dalam pernyataannya, Obama mengatakan sebagian besar dana tersebut, atau sekitar US$770 juta (Rp6,9 triliun), akan digunakan dana bantuan untuk membangun Timur Tengah dan Afrika Utara yang baru pasca revolusi.
"Dana ini digunakan sebagai insentif bagi reformasi ekonomi, politik dan perdagangan jangka panjang pada masa transisi ini," tulis Gedung Putih dalam dokumen pengajuan anggaran, dilansir dari Reuters, Senin waktu setempat.
Pada tahun fiskal 2013 yang akan dimulai 1 Oktober mendatang, Obama mengajukan dana untuk Kementerian Luar Negeri dan bantuan luar negeri sebesar US$51,6 miliar, termasuk US$8,2 miliar untuk menunjang dana di zona perang.
Untuk Mesir, Obama tetap memberikan bantuan militer sebesar US$1,3 miliar, jumlah yang sama seperti tahun lalu. Bantuan tetap diberikan kendati pemerintahan militer Mesir menyisir organisasi HAM AS dan mencekal anggotanya keluar negara tersebut.
Pengajuan kali ini meningkat 1,6 persen dibanding tahun lalu. Agar dana ini cair, pemerintah masih perlu mendapatkan persetujuan dari Kongres. Beberapa anggota kongres menyatakan tidak setuju dan menginginkan pengurangan anggaran AS di luar negeri.
Bantuan kepada Arab adalah sebagian kecil dari anggaran yang diajukan pemerintah untuk tahun fiskal 2013 yang mencapai US$3,8 triliun. Untuk mencegah defisit, pemerintah AS akan meningkatkan pajak pengusaha dan konglomerat. Dana tambahan akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan perbaikan pendidikan. (eh)
tuman..........mndngan kasih rakyat indonesia yg mnderita krna pengangguran
dipinjemin dana trus bayrnya berbunga bunga tar gk bisa byar minyaknya deh di ambil...nyak nyak nyakkkkkkkk........
penonton1
|
17/02/2012
|
Laporkan
Biarin jak, ga ada pengaruh ke Indonesia. Yg ada kita setor duit naik haji ke sana. setor TKW tuk layani kebejatan mereka
princess.maghfirahdgugi
14/02/2012
Hati hati..
dodee.pranata
14/02/2012
hanya orang dana ini untuk membantu...dana ini untuk memuluskan niat si dunia amerika menjajah minyak dunia arab...
Arab Saudi di mana ini? Enak2 ongkang kaki tidak membantu negara tetangganya yg menderita. Typical negara yg cuma ngurusi agama. Gak ngurusi orang lain yg sedang menderita atau yg sedang berantem bunuhi rakyatnya. Arab Saudi akan rusuh thn 2112.
java
|
17/02/2012
|
Laporkan
arab saudi mah ga usah diharepinnn..
penonton1
|
17/02/2012
|
Laporkan
Sepanjang sejarah ga pernah denger indonesia dibantu Arab. dijajah ato bencana alam ga pernah masuk berita bantuan dari Arab, padahal duit dari indo banyak yg ngalir ke sono
No free lunch! Dana tersebut sebetulnya untuk menyuap buat pejabat korup, dengan imbalan US menguasai minyak dan sumber daya alam lain yang nilainya ratusan kali lipat. Di Indonesia saja tak ada yang berani mengusik Freeport
java
|
17/02/2012
|
Laporkan
bisa utk suap, bisa juga pengumuman itu dibuat supaya pejabat2 yg nanti menjabat akan tergiur dengan uang itu.. klasik..
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar