Dunia

Harapan Pengusaha AS untuk Pemerintah RI

Mereka memiliki keluhan yang sama, yaitu tidak dapat memberi masukan.

Jum'at, 10 Februari 2012, 14:57 WIB
Denny Armandhanu
Dubes AS, Scot Marciel (ANTARA/Fanny Octavianus)

VIVAnews - Para pengusaha Amerika Serikat mengeluhkan kurang transparannya pemerintah Indonesia dalam merancang regulasi bisnis. Dalam keluhannya, mereka berharap untuk disertakan dalam upaya pemerintah menciptakan iklim investasi di negara ini.

Hal ini disampaikan oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scot Marciel, di Jakarta, Jumat 10 Februari 2012, menyusul datangnya 75 delegasi dari 35 perusahaan AS ke Indonesia. Puluhan perusahaan AS, ujar Marciel, memiliki keluhan yang sama, yaitu tidak diberikan kesempatan untuk memberikan masukan.

"Mereka minta diadakan pertemuan rutin konsultasi dengan pemerintah. Jadi jika pemerintah ingin membuat peraturan, maka perusahaan dapat memberikan input, dampak apa yang akan timbul dari peraturan tersebut. Ini bukan hanya untuk perusahaan Amerika, tapi juga perusahaan lain," kata Marciel.

Dia mengatakan, salah satu peraturan yang dirasa menyulitkan investasi asing adalah adanya daftar negatif investasi, yaitu daftar yang membatasi andil asing dalam beberapa sektor. Peraturan ini, lanjutnya, akan menghambat peningkatan produksi sektor minyak dan gas.

"Sektor minyak dan gas perlu banyak investasi, baik dari domestik dan asing. Selain itu, pemerintah juga diharapkan mengadakan dialog untuk menciptakan atmosfir untuk perkembangan di sektor ini," kata Marciel.

Berbagai negara di dunia, lanjutnya, telah mulai memberikan  porsi lebih besar bagi asing untuk sektor energi. Pemerintah, ujarnya, tentu saja akan mendapat jatah persentase keuntungan dari produksi pertambangan. "Contohnya China, saat ini berinvestasi US$3 juta di perusahaan gas di Amerika Serikat," kata Marciel.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
dan99ps
11/02/2012
ini pengusaha yg di bawa Scot Marciel rata2 di sektor migas semua, indonesia jangan bodoh kalau kita butuh investasi di sektor non migas dan industri manufaktur...nasionalisasi energi kita!!!
Balas   • Laporkan
just.rif
10/02/2012
Jangan mau. Kasian rakyat kecil.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ