Dunia

Fatah dan Hamas Bersatu, Israel Meradang

Israel minta internasional untuk hentikan rekonsiliasi dua kelompok utama di Palestina itu

Selasa, 7 Februari 2012, 15:40 WIB
Denny Armandhanu
Presiden Palestina Mahmoud Abbas (ki) dan Pemimpin Hamas Khaled Meshaal (ka) bertemu di Doha, Qatar (REUTERS/Stringer)

VIVAnews - Kedua faksi yang bertikai di Palestina, Fatah dan Hamas, memutuskan membentuk kabinet bersama untuk mempersiapkan pemilihan umum mendatang. Langkah ini dikecam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengatakan bahwa rekonsiliasi akan merusak perundingan damai kedua negara.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertemuan dengan pemimpin Hamas Khaled Meshal dipilih  menjadi kepala kabinet Fatah-Hamas. Dalam pernyataan yang disiarkan langsung oleh Al Jazeera dari Doha, Qatar, Senin 6 Februari 2012, kedua pemimpin mengatakan bahwa ini adalah salah satu upaya mencapai rekonsiliasi yang selama ini dicita-citakan.

"Kami, Fatah dan Hamas, serius untuk mengobati luka dan mengakhiri perpecahan dan mengupayakan rekonsiliasi," kata Meshal.

Menurut kesepakatan dalam pertemuan tersebut, Abbas akan bertindak sebagai perdana menteri sementara pemerintahan bersatu Palestina yang terdiri dari tokoh-tokoh independen. Tugas pemerintahan sementara ini adalah mempersiapkan pemilihan presiden dan parlemen yang akan datang, serta membangun kembali wilayah Gaza.

Hentikan Rekonsiliasi

Sesaat setelah kesepakatan tersebut dibuat, Netanyahu langsung mengeluarkan pernyataan yang mengecam persatuan kedua faksi. Dia menyerukan kepada komunitas internasional untuk menghentikan rekonsiliasi Fatah-Hamas. Jika tidak, perundingan damai Israel-Palestina akan berakhir.

"Komunitas internasional yang peduli proses damai ini harus turut campur mencegah diwujudkannya 'pernikahan' Fatah-Hamas," kata Netanyahu.

Dalam pernyataannya tersebut, Netanyahu mengatakan tidak akan berunding dengan Palestina yang menerima Hamas. Menurutnya, Hamas adalah kelompok teroris yang mengancam keamanan dan ketenangan warga Israel.

"Jika Presiden Abbas ingin mewujudkan apa yang disepakati di Doha hari ini, berarti dia mengabaikan jalan damai dan bergabung dengan para musuh perdamaian. Hamas adalah musuh perdamaian, kelompok ini didukung Iran dan berkomitmen untuk menghancurkan Israel," kata Netanyahu. (ren)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
marcoyusuf
04/04/2012
keset kamar mandi gue bendera Israel lohh... buat di injek2.. mantap kan..
Balas   • Laporkan
denver
18/03/2012
Bersatu aja sulit apalagi melawan, pake senjata tradisional pula. Jangan mimpi ah. Tapi bersatu itu baik bagi Palestina.
Balas   • Laporkan
mantab bersatulah rapatkan barisan agar semua musuh islam tak punya lagi kesempatan
Balas   • Laporkan
hdyatullah
12/03/2012
Alkhamdulillah,,...akhir'y bersatu..takutlah kau yahudi,..!!!!.
Balas   • Laporkan
triescky.iyunk.uyabs.bayu
13/02/2012
Berarti semua sudah jelas ketakutan bangsa yahudi klo umat muslim bersatu padahalkan baru hamas dan fatah,apalagi bersatunya umat muslim diseluruh dunia.
Balas   • Laporkan
arivenomz | 13/02/2012 | Laporkan
betul bro bisa mati ngompol tu yahudi haha
jihader
08/02/2012
biang fitnah yahudi israel dan sekutu,mulai resah dgn persatuan umat islam didunia,memang telah digariskan fisabilillah masih terbuka selama zeonis israel masih ada di bumi,krna mereka biang keladi kerusuhan di dunia...laknatuLLah
Balas   • Laporkan
arivenomz | 13/02/2012 | Laporkan
hehe betul bru ax suka koment mu
Alhamdulillah......akhirnya bersatu .... yup ini adalah berita yg dinanti - nantikan ..... umat Muslim bersatu ..........Ayo semua Muslim di dunia ini bersatu untuk kejayaan Agama kita....
Balas   • Laporkan
neosack | 15/05/2012 | Laporkan
mas lebih mentingin agama dripda bangsa sendri?? apakah agamamu yg memberi kamu makan?? tak lain adalah negara yg beri kmu mkan
monmon
07/02/2012
MARI NEGARA2 TIMUR TENGAH BERSATU, ENAK BGT NTU ISRAEL NYEBUT NEGARA LAIN SEBAGAI TERORIS TAPI MEREKA SENDIRI MEMBANTAI ORG YG TIDAK BERSALAH. SIlahkan pakai nuklir lo israel tpi ingat itu hanya akan membuat kondisi geopolitik mu porak-poranda
Balas   • Laporkan
arivenomz | 13/02/2012 | Laporkan
betul bro tu israel bagaikan ayam bakar dg bumbu gurih bagi umat muslim kalo bersatu santaaaaap broooo pake nuklis tambah enak tuuuh atao minta tzar bomba nya rusia yg dikenal nuklir terkuat itu heheh tak dukung
3232
07/02/2012
israel, the real teroris yahudi zionist... israel as treatned of the world...g punya hati, isarel lenyap amanlah dunia..
Balas   • Laporkan
iswara18
07/02/2012
mengancam warga israel...??? eh israel, kamu yang mengancam warga palestina...!!! otak dimana sih...???!!!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ