VIDEO: Di Malaysia, Pejalan Kaki Dihormati
Trotoar di Malaysia sama sekali tidak ada pedagang kaki lima (PKL).
Selasa, 7 Februari 2012, 08:58 WIB
Aries Setiawan
Pedagang berjualan di trotoar (VIVAnews/Muhamad Solihin)
VIVAnews - Di Indonesia, khususnya di Jakarta, sering kita melihat banyak hak pejalan kaki dilanggar. Trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki juga sering dilalui tanpa berdosa oleh pengendara sepeda motor.
Pedagang kaki lima bahkan secara sengaja merenggut hak pejalan kaki. Membuka tenda atau menaruh barang dagangan di trotoar. Yang jelas-jelas untuk dilalui pejalan kaki.
Jika kita menengok ke Malaysia, negara serumpun dengan Indonesia, perbedaan itu tampak mencolok. Penghargaan terhadap hak pejalan kaki sangat dijunjung tinggi di Negeri Jiran itu.
Lihat saja jembatan yang dibangun di Malaysia. Jembatan ini memanjakan pejalan kaki. Bagaimana tidak. Di setiap pintu masuk jembatan dilengkapi eskalator.
Diresmikan setahun lalu, total biaya jembatan sekaligus trotoar menghabiskan lebih dari 100 juta ringgit atau sekitar Rp300 miliar. Sebagian besar dibiayai perusahaan minyak kebanggaan mereka, Petronas.
Bahkan, pemerintah Malaysia akan membangun 6 jembatan serupa. Total yang akan dibangun 12 kilometer. Selain menghubungkan kawasan wisata, jembatan-jembatan itu juga akan menghubungkan ke beberapa transportasi publik di Kuala Lumpur.
Sebagian besar di sepanjang jalan lainnya juga tampak terawat, nyaman, dan aman. Bahkan, di setiap satu meter diletakkan tempat sampah. Dan yang paling berbeda dengan di Tanah Air, trotoar di Malaysia sama sekali tidak ada pedagang kaki lima.
Lihat video jembatan penyeberangan yang nyaman di Malaysia di tautan ini.
Jika hak pejalan kaki dihormati, sepertinya tidak akan ada aksi wanita "Pembela Hak Pejalan Kaki" seperti yang terjadi di kolong jembatan Semanggi. (art)
Indonesia mana ada waktu untuk urusin public facility, semua elemen sedang sibuk ngurusin agama dan segala macam masalah yg berhubungan dengan agama. Yah padahal semua jg tau agama yg bermasalah cuman satu, cuman yah ga enak aja ngomongnya. Takut mati
Kalu pengin Indonesia maju, perbaiki diri kita sendiri dulu jangan selalu menyalahkan orang lain (pemerintah) ..... jangan menjadi orang yg berhasil tapi jadilah orang yg berguna...
Kayanya Solo lebih bagus.... yg disekitar manahan tuh trotoarnya diperidah dengan disamping kanan-kirinya tumbuh2an... di jalan utamanya pun bagian kanan luas banget tempat jalan kakinya... Di sana ada penjual kaki lima nya lagi tapi tersusun rapi...
Rekan kantor saya sdg training di malaysia.... tertabrak pengendara motor... hanya mendapatkan makina... ga dapet ganti rugi... gigi depannya tanggal... butuh biaya puluhan juta untuk menempatkan gigi palsu di dpn dengan rapih...*iya hormati pejalan kaki
benahi diri sebelum benahi orang lain, satu jari menunjuk muka orang lain, empat jari mengarah ke muka sendiri..semua kembali pada individu masing2..
yuukkk dari pada menghujat yg gak ada ujungnya, mending kita benahin dulu yuukkk diri kita, toh kita juga udah cape kan tuding sana tuding sini, coba dech diri kita aja dulu, jgn bunag sampah sembarangan, berkendara yg sopan, antri pd gilirannya dll.ok
orang indonesia hobi menghujat malaysia. faktanya, manusia di sana jauh lebih beradab dibanding di sini. coba deh maen ke sana, ada orang nyebrang, semua kendaraan berhenti, ga perlu melambaikan tangan.
terlalu banyak keburukan di negri ini....termasuk yg diatas2nya yg mereka pikirkan kepentingan diri sendiri, anggaran utk fasiltas golongannya mereka bela2in sampe ngabisin duit rakyat tp utk fasilitas rakyat mrk tdk peduli hadeeuuuh cappeee deh
aneh
|
08/02/2012
|
Laporkan
SALAH SATU RAKYAT YANG MENGAHAMBURKAN UANG RAKYAT ITU ADALAH NISAHAPTSARI..KAMU RAKYAT JUGA KAN ?
nisahaptsari
|
07/02/2012
|
Laporkan
pernah lihat laporan keuangan negara belum? faktanya, justru rakyat yang hobi menghamburkan duit.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar