Dunia

RI Serahkan Ratifikasi Traktat Anti Nuklir

Menlu Natalegawa juga sampaikan undangan Presiden RI kepada Sekjen PBB agar ke Indonesia

Selasa, 7 Februari 2012, 08:47 WIB
Renne R.A Kawilarang
Sekjen PBB, Ban Ki-moon, dan Menlu RI, Marty Natalegawa, (Dokumentasi Kementerian Luar Negeri RI)

VIVAnews - Indonesia secara resmi menyerahkan instrumen ratifikasi Traktat Pelarangan Menyeluruh Uji-Coba Nuklir (CTBT) sebagai depositary Traktat kepada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon. Ini merupakan upaya Indonesia untuk mendukung kampanye global anti senjata nuklir.

Menurut keterangan pers Kemlu, penyerahan instrumen ratifikasi CTBT itu berlangsung di Markas Besar PBB di New York, 6 Februari 2012 waktu setempat oleh wakil Indonesia, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, kepada Sekjen PBB bersama Wakil Sekretaris Jenderal untuk Urusan Hukum, Patricia O'Brien. 

“Hari ini secara resmi, Indonesia tunjukkan komitmen untuk mewujudkan visi dunia tanpa senjata nuklir,” ujar Menlu Natalegawa. “Dengan meratifikasi Traktat tersebut semakin membuka peluang bagi Indonesia untuk mendorong Negara lain yang belum meratifikasi Traktat CTBT untuk segera meratifikasinya.”

Penyerahan ini untuk menuntaskan rangkaian proses ratifikasi Indonesia pada Traktat setelah DPR mengesahkan Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Pengesahan Traktat Pelarangan Menyeluruh Uji Coba Nuklir tanggal 6 Desember 2011, yang selanjutnya ditandatangani Presiden RI tanggal 4 Januari 2012 dan diundangkan pada Lembaran Negara No. 1, tambahan Lembaran Negara No. 5269.

Dalam kesempatan penyerahan instrumen tersebut, Menlu RI dan Sekjen PBB sepakat untuk dapat memanfaatkan momentum ratifikasi Indonesia guna mendesak negara-negara Annex II lainnya untuk meratifikasi Traktat CTBT. Dengan demikian, visi bersama ke arah dunia bebas senjata nuklir dapat segera dicapai.

Negara-negara pada Annex II yang belum ratifikasi CTBT adalah RRT, Korea Utara, Mesir, India, Iran, Israel, Pakistan dan Amerika Serikat.

Isu Internasional

Selain menyerahkan ratifikasi CTBT, Menlu Natalegawa juga membahas berbagai permasalahan dan situasi global dewasa ini. Perkembangan politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara dan Perkembangan di Selat Hormuz, adalah beberapa isu yang menjadi pembahasan Menlu RI dan Sekjen PBB.

Menlu Natalegawa juga menyampaikan berbagai perkembangan positif di kawasan Asia Tenggara sepanjang tahun 2011 selama Keketuaan Indonesia di ASEAN seperti perkembangan di Myanmar dan kondisi yang kondusif di perbatasan Kamboja dan Thailand, perkembangan di Myanmar, Laut China Selatan, Kawasan Bebas senjata Nuklir di Asia Tenggara dan isu kerjasama maritim.

“Sekjen PBB garis bawahi peran dan kepemimpinan Indonesia dalam mendorong seluruh pekembangan positif di kawasan. Kontribusi yang diberikan Indonesia diakui oleh masyarakat internasional termasuk PBB,” kata Menlu Natalegawa.

Selain membahas berbagai hal, Menlu RI pada kesempatan kunjungan kerja singkat di New York, juga telah menyampaikan surat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang berisi undangan kepada Sekjen PBB untuk mengunjungi Indonesia.

Dalam kunjungan ke Indonesia, Sekjen PBB direncanakan akan memberikan keynote speech di Jakarta International Defense Dialogue dan meninjau Pusat Pelatihan Pasukan Perdamaian di Sentul pada tanggal 20-21 Maret 2012.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ